Data Bocor, Kemkominfo Dapat Berikan Facebook Peringatan Ketiga

“Hasil audit terkait data 1 juta pengguna Facebook Indonesia yang bocor digunakan untuk apa, belum diberikan oleh Facebook. Sehingga, kami masih menunggu penjelasan dari Facebook,”

Data Bocor, Kemkominfo Dapat Berikan Facebook Peringatan Ketiga

Telegraf, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta pihak Facebook untuk segera melaporkan hasil audit terkait bocornya data 1 juta pengguna Facebook Indonesia. Namun, meskipun Kemkominfo telah mengirimkan Surat Peringatan Kedua (SP II), Facebook tetap bergeming untuk tidak memberikan hasil audit tersebut.

“Hasil audit terkait data 1 juta pengguna Facebook Indonesia yang bocor digunakan untuk apa, belum diberikan oleh Facebook. Sehingga, kami masih menunggu penjelasan dari Facebook,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu, (11/04/18).

Kemkominfo dapat memberikan Facebook surat peringatan tertulis ketiga (SP III) atas penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga apabila platform itu tidak mengindahkan permintaan Kemkominfo.

“Tunggulah (SP III), tunggu saja. Kami sudah minta beberapa hal seperti apa saja yang kami minta, nah sekarang perlahan-lahan kita minta. Kita juga harus realistis dalam artian timing-nya gimana,” kata Rudiantara.

Padahal, lanjut Rudiantara Kemkominfo telah mengirimkan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP II) kepada Facebook atas Penyalahgunaan Data Pribadi Pengguna oleh pihak ketiga. Dalam SP II yang ditandatangani Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan itu, memuat peringatan kembali kepada Facebook Indonesia untuk memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh aplikasi pihak ketiga yang menggunakan platform Facebook.

“Penjelasan terkait hasil audit itu belum selesai, kami juga menemukan informasi tambahan perusahaan yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica seperti CubeYou dan AgregateIQ. Aplikasi dalam bentuk kuis dan personality test itu berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook. Oleh karena itu, kami mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia,” ujar Rudiantara.

Di sisi lain, Rudiantara juga mewanti-wanti Facebook agar tidak menjadi media fake news di Indonesia. Pasalnya, kasus ini pernah terjadi di kasus Rohingya, Myanmar, dimana orang-orang menggunakan platform Facebook sebagai penghasut.

“Ada dua hal di Facebook, pertama isu yang berkaitan dengan Cambridge Analytica. Kedua, yang berkaitan digunakan Facebook sebagai platform untuk menghasut para pihak. Contohnya seperti Myanmar, Rohingya. Itu bukan dari saya, Facebook sendiri mengakui. Makanya saya memberikan pernyataan keras kepada Facebook di media Singapura, dan Jerman ketika mereka mewawancarai saya. Saya tidak memiliki keraguan, karena saya tidak ingin orang-orang menggunakan platform Facebook, dan menjadikan Indonesia seperti Myanmar. Itu jelas,” tegas Rudiantara.

Meski pihak Facebook belum memberikan hasil audit terkait kebocoran data pelanggan Indonesia, Rudiantara menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan intervensi secara fisik, seperti menurunakan tim secara langsung untuk menyelidiki kebocoran data. Pihaknya akan melakukan pendekatan secara digital.

“Karena ini berkaitan dengan digital, kita tidak bisa secara fisik mengintervensi. Kita melakukan pendekatan yang memenuhi syarat secara digital. Seperti, teguran lisan, tertulis, dan bisa saja di-suspen. Jadi kita tidak intervensi secara fisik, seperti menurunkan langsung tim untuk memeriksa data yang bocor yang disebabkan oleh Facebook,” ungkap Rudiantara.

Rudiantara juga menuturkan, laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook.

Memang, pemerintah telah menerima dua surat jawaban resmi dari Facebook atas tiga surat yang telah dikirimkan Kemkominfo. Namun, Kemkominfo menilai penjelasan dari pihak Facebook masih kurang memadai dan belum meyertakan data yang diminta oleh Pemerintah Indonesia. (Red)


Photo Credit : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta pihak Facebook untuk segera melaporkan hasil audit terkait bocornya data 1 juta pengguna Facebook Indonesia. | Getty Images

Share