Darmin Nasution: Kurangnya Sinergitas Kebijakan Hambat Pertumbuhan Perekonomian Syariah

"tetapi harus ada siergi paling tadak antara produksi barang dan jasa kemudian logistik dan jaringan bahkan mungkin ekonomi digital atau ecomers dan global velue change, mau tidak mau itu harus dirancang,"

Darmin Nasution: Kurangnya Sinergitas Kebijakan Hambat Pertumbuhan Perekonomian Syariah


Telegraf, Jakarta – Kurangnya sinergitas kebijakan antara lembaga Pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah sendiri salah satu penyebab masih kecilnya pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia.

Hal itu di ungkapkan Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam Hight Level Discussion dengan tema Indonesia : Pusat Eknomi Islam Dunia, di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas), Jakarta, Rabu (25/7).

Darmin mengatakan padahal populasi muslim terbesar dipegang oleh bangsa Indonesia yang mencapai 12,7 persen populasi dunia, ini justru terlihat masih belum maksimal.

Bukan saja perkembangan perbankan, tetapi juga dari sektor real industri syariah juga masih kecil, sementara di lihat dari pangsa pasar pengeluaran secara global konsumsi mencapai nilai transaksi 17 persen, ini dari sektor insustri makannan dan minuman secara global.

Dari 17 persen tersebut dimana Indonesia kelihatannya masih lebih banyak menjadi konsumen, tercata dilihat dari market size industri makanan dan minuman halal di Indonesia pada tahun 2016 nilai transaksinya mencapai US$ 169.7 Miliar, pun dalam sektor busana muslim.

Darmin juga mengatakan potensi pasar kita sangat luat tetapi hanya menjadi konsumen bukan pelaku utama yang meghasilkan dalam kancah global.

Sementara itu disektor industri farmasi juga demikian dimana Indonesia menduduki 5 negara besar yang mengosumsi obat obatan farmasi halal dengan tingkat konsumsi mencapai US$ 5,7 miliar dan untuk kosmetik halal US$ 3,7 miliar.

Baca Juga :   Lebaran 2021, BNI Siapkan Uang Tunai Rp 12,9 Triliun

Darmin berharap dengan potensi dari seluruh sektor ini sepatutnya kita mengembangkan dengan membangun sinergi, sehingga mampu meningkatkan peran pada sektor sektor riil ekonomi syariah secara global.

Untuk mewujudkan itu Darmin menjelaskan tidak bisa berjalan sendiri sendiri “tetapi harus ada siergi paling tadak antara produksi barang dan jasa kemudian logistik dan jaringan bahkan mungkin ekonomi digital atau ecomers dan global velue change, mau tidak mau itu harus dirancang,” kata Darmin dalam pidatonya. (Red)


Credit Photo : Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution/telegraf


Atti K.

close