Dari Cendana Ke Tangsel Urus Perpustakaan

Dari Cendana Ke Tangsel Urus Perpustakaan

#Ketika Pak Harto mengundang wartawan, saya sebagai protokol cendana segera menyiapkannya, uniknya Pak Harto selalu hapal jika ada Wartawan baru di istana dan pasti di tanyakannya “ Kamu wartawan baru tugas disini ya” Ujar Pak Harto. Lalu biasanya saya yang menjawab dan bilang betul pak, dia wartawan baru."

Dari Cendana Ke Tangsel Urus Perpustakaan


Telegraf, Tangsel – Sejak kecil hingga tamat SMA sudah terbiasa bekerja keras, bahkan saat kuliah pun masih dipaksakan untuk bekerja, Pernah ikut di lingkungan organisasi kampus bahkan dekat dengan Anas Urbaningrum (eks Ketua Umum Partai Demokrat) saat di organisasi kampus yang sama namun, dirinya  lebih memilih sebagai pekerja di bandingkan terjun ke politik.

Chaerudin pria kelahiran Jakarta 55 tahun lalu, lebih senang menjadi pekerja daripada terjun mengikuti jejak rekan sesama organisasi kampus Anas Urbaningrum, tak hanya itu seniornya Pak Suhardiman (Ketua Soksi) pernah berpesan kepadanya untuk segera meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai negeri.” Menurut beliau tahun depan yang cerah adalah terjun ke politik.” Kata Chaerudin.

“Setamat SMA segala macam pekerjaan sudah pernah saya coba, dari menjadi seorang satpam sampai bekerja di kantoran, lalu bekerja sambil kuliah, Menurutnya terasa benar komunikasi antar alumni yang akrab dan kental.” Cerita Chaerudin kepada Telegraf saat di jumpai waktu acara evaluasi dan silahturahim pegawai dinas perpustakaan Kota Tangerang Selatan  Kamis (22/12) pagi di kawasan kecamatan Setu.

Pengalaman terbaik adalah saat menjadi staf protokol Cendana, Bahkan saat Pak Harto hendak bertemu tamu negara, saya salah satu yang diminta untuk mengkonsep teks pidatonya”. Tambahnya lagi, “ Bahkan ketika Pak Harto mengundang wartawan, saya sebagai protokol cendana segera menyiapkannya, uniknya Pak Harto selalu hapal jika ada Wartawan baru di istana dan pasti di tanyakannya “Kamu wartawan baru ya? “Tanya Pak Harto.” Kenang Chaerudin, Lalu biasanya saya yang menjawab dan bilang betul pak, dia wartawan baru.” Tandas Chaerudin mengingat saat masih aktif di Cendana.

Memilih terjun ke daerah seperti Kota Tangerang Selatan bukan sebuah kebetulan, Kini aktif sebagai kepala dinas perpustakaan, “Saya tidak ahli di politik, terpaksa memilih sebagai pekerja dan di Tangsel ini tupoksi saya adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mengacu kepada UU No.43 Tahun 2007 terutama sekali minat baca buku lebih di tingkatkan sebab melalui buku banyak melahirkan orang-orang hebat.” Katanya.

“Tangsel sudah sangat maju dan modern, seperti visi walikota tugas saya adalah meningkatkan sumber daya manusia berkualitas, dan Alhamdulillah selama 5 tahun di dinas perpustakaan sudah berhasil mendapatkan penghargaan MDG’S inovasi pendidikan.” Ucap Chaerudin

“Hasil riset negara maju itu berhasil karena mampu mengusung program human is capital, sebab kualitas manusia itu bisa diwujudkan melalui buku. Sementara program TBM (Taman Bacaan Masyarakat) bagi Tangsel sudah 60% terpenuhi bagi 200 sekolah yang ada, dan kedepan TBM akan dilakukan melalui RTH yang tersedia di Kota ini, selain itu mengembangkan program e-pustaka.” Tukas Chaerudin walau diakuinya jika masih ada warga kurang beruntung dari hasil pembangunan di Tangerang Selatan.

“Semoga bangsa kita mampu membaca buku per tahun 27 buku bukan lagi 27 halaman, manfaatkan waktu membaca 2 jam atau minimal 1 jam baca buku di rumah” Tutupnya seraya mengingatkan jika tahun 2018 dinas perpustakaan yang di pimpinnya akan di merger dengan dinas arsip. (Red)

Photo credit : Perpusnas


KBI Telegraf

close