Dampak Buruk Serta Bahaya Timbul Dari Fenomena ‘Om Telolet Om’

"Kegiatan ini dapat menganggu konsentrasi pengemudi bus atau truk yang dapat membahayakan banyak orang."


Telegraf, Jakarta – Kepala Kepolisian Resor Kampar Ajun Komisaris Besar Edy Sumardi Priadinata meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi fenomena ‘Om Telolet Om’ yang saat ini menyebar di masyarakat. Kegiatan itu dianggap bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Edy menjelaskan, klakson mobil yang berbunyi “Telolet” semakin ramai dan marak diberitakan serta banyak pula video yang diunggah ke media sosial terkait fenomena ini.

Masyarakat dan anak-anak pada umumnya tampak berdiri di pinggir jalan dan membawa tulisan bertuliskan ‘Om Telolet Om’ dan meminta kepada pengemudi bus untuk menghidupkan klaksonnya, bahkan ada di antaranya yang mencegat bus ketika sedang berjalan.

Menurut Edy, hal ini dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kepada pelajar maupun kalangan remaja, untuk tidak mengikuti hal ini,” ujarnya, mengutip tempo Desember 2016.

Selain itu, Edy menambahkan, kegiatan ini dapat menganggu konsentrasi pengemudi bus atau truk yang dapat membahayakan banyak orang. Ditambah lagi saat aktivitas di jalan raya padat dapat mengganggu pengendara lain, bahkan dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Imbauan juga diberikan kepada para pengemudi truk atau bus untuk tidak memenuhi permintaan masyarakat ‘Om Tolelot Om’.

“Hal ini demi kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya, terlebih lagi saat melintas di tempat ibadah. Akan memberikan kebisingan,” imbau Kapolres Kampar itu. (Red)

Photo credit : Antara/Risky Andrianto


 

Bagikan Artikel



Komentar Anda