Cuaca Masih Menjadi Kendala Dalam Pengiriman BBM ke Indonesia Timur

"Cuaca masih menjadi penyebab tersendatnya pasokan Bahn Bakar Minyak (BBM)"

Cuaca Masih Menjadi Kendala Dalam Pengiriman BBM ke Indonesia Timur

Telegraf, Jakarta – Cuaca masih menjadi penyebab tersendatnya pasokan Bahn Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah daerah si Indooesia pada Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

“Biasanya terkendala masuk ke depotnya, karen kapal terlambat masuk karena cuaca,” Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komite Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad di kantornya, Jl. Tendean, Jakarta.

Hendry mengatakan seperti pada saat Nataru 2019-2020 terjadi keterlambatan di daerah Rote, Kupang dan Sumatra Bararat.

Ia juga mengatakan jika berbicara Indonesia Timur, bisnis angkut BBM ini tidak tumbuh karena pasokan yang dibawa hanya sedikit (hanya kurang lebih 5000 kl) sementara harus berinvestasi membeli kapal besi yang tidak murah.

Dari hasil pelaksanaan Posko Nasional terkait Nataru kondisi ketersedian stok BBM dalam kondiai Normal. “Tidak ada kelangkaan BBM yang terjadi selama Nataru 2019-2020, hanya ada keterlambatan tapi tidak menganggu aktivitas masyarakat untuk memperoleh BBM di pasaran,” tutur Hendry.

Lanjut Hendry bukan saja BBM, elpiji juga tidak mengalami lonjakan yang signifikan hanya saja terdapat lonjakan pada saat menjelang Natal karena banyak keluarga yang memafaatkan elpigi untuk masak memasak.

Hendry menambahkan untuk daerah Banten, Jawabarat serta DKI, pada awal Januari ada 18 SPBU tidak beroperasi diakibatkan banjir.

“Hanya saja pada awal januari 2020 terjadi banjir beberapa wilyah terutama di wilayah Banten Jawa Barat dan DKI, sehingga ada 18 SPBU yang terdampak akibat banjir tersebut, dan hingga posko di tutup hanya ada tiga SPBU yang berdampak, yang belum bisa beroperasi karena masih tergenang oleh air,” kata Hendry. (Red)


Photo Credit : Salah satu petugas SPBU sedang mengisi BBM disalah satu kendaraan  /TELEGRAF

Baca Juga :   Manfaatkan Teknologi Untuk Terus Bertahan di New Normal

Tanggapi Artikel