Cirebon Sebagai Daerah Melting Pot di Pantura, Disulap Menjadi Berbagai Warna

“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Pacific Paint yang telah mengadakan salah satu perhelatan terbesar di Kota Cirebon ini. Dan ini juga menjadi sebuah kehormatan bagi kami mewakili masyarakat Cirebon disini yang selalu bangga akan Kawasan Pecinaan Pasar Kanoman ini, karena kawasan ini bukan hanya bagian dari sejarah namun juga sudah menjadi bagian jantungnya Kota Cirebon,”

Cirebon Sebagai Daerah Melting Pot di Pantura, Disulap Menjadi Berbagai Warna

Telegraf, Cirebon – Setelah melakukan serangkaian kegiatan mewarnai di beberapa tempat dan daerah di Indonesia, Pacific Paint salah satu produsen cat nasional yang berdiri sejak tahun 1943, bersama dengan tiga kasultanan Cirebon, Kamis (03/05/18) meresmikan area Pecinaan Warna Warni di Pasar Kanoman Kota Cirebon.

Hal tersebut dilakukan atas dasar capaian program revitalisasi tempat di daerah lain yang dilakukan oleh Pacific Paint sebelumnya, yang telah sukses dilakukan di kawasan Tangerang dengan “Kampung Bekelir” dan “Kampung Merah Putih” di Kota Tual Ambon, namun di Cirebon kali ini Pacific Paint bekerja sama dengan Forum Pedagang Kanoman (FPK) melakukan pengecatan kurang lebih dua ratusan ruko dengan konsep beraneka ragam warna, juga mengganti tenda-tenda pedagang dengan tenda warna agar lebih memanjakan ribuan mata pengunjung yang datang ke kota yang sekarang menjadi salah satu tempat destinasi wisata di Jawa Barat itu.

Pemilihan Pecinan Cirebon dengan sentuhan warna warni ini juga bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, hubungan keraton-keraton Cirebon dengan komunitas Tionghoa sudah terjalin sejak lama. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, warga Tionghoa berada di wilayah Cirebon sekitar 200 tahun sebelum Kesultanan Cirebon berdiri, sejak sekitar 1415 M pada sekitar tahun 1500 M.

Hal ini mengingat riwayat putri dari Dinasti Ming, Ong Tien yang merupakan salah satu istri dari Sunan Gunung Jati, dan juga merujuk pada peristiwa monumental ketika pasukan negeri Tiongkok yang dinakhodai oleh Laksamana Cheng Ho. Panglima Besar Angkatan Laut dari Dinasti Ming datang ke Cirebon dan waktu itu dijamu di keraton yang usianya hingga kini hampir mencapai kurang lebih 600 tahun.

“Pasar Kanoman bukan hanya bagian dari sejarah namun juga sudah menjadi bagian jantung dari Kota Cirebon itu sendiri, dengan adanya pemugaran ini saya berharap masyarakat dapat lebih bangga dengan jati diri bangsa dan semakin apresiasi akan nilai sejarah dengan budaya lokal yang sudah semakin tergerus dengan modernitas zaman,” kata Arief Natadiningrat, sebagai Sultan Kasepuhan atau Pangeran Radja Adipati Cirebon.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Pacific Paint yang telah mengadakan salah satu perhelatan terbesar di Kota Cirebon ini. Dan ini juga menjadi sebuah kehormatan bagi kami mewakili masyarakat Cirebon disini yang selalu bangga akan Kawasan Pecinaan Pasar Kanoman ini, karena kawasan ini bukan hanya bagian dari sejarah namun juga sudah menjadi bagian jantungnya Kota Cirebon,” imbuhnya.

Baca Juga  Koperasi Madani, Menghidupkan Mayat Hidup

Dalam prosesi tersebut juga diadakan panggung budaya yang menampilkan pertunjukai barongsai dan tarian tradisional serta nyanyian lagu tradisional ala Cirebon  yang bermuatan nuansa lokal jenius di daerah itu. Tak ayal prosesi peresmian tersebut menjadi salah satu acara peresmian dan budaya terbesar di Kota Cirebon.

“Kegiatan yang kita lakukan ini masah dalam rangkaian ulang tahun ke 75 Pacific Paint, kami masih tetap konsisten mengaplikasikan visi misi kami dalam mewarnai Indonesia. Kami juga melihat kawasan pecinan pasar Kanoman ini sangat potensial menjadi daya tarik utama pengunjung yang sayang apabila tidak dijaga dengan baik. Karena selain sebagai pusat ekonomi juga bagian dari sejarah bangsa Indonesia,” ungkap Suryanto Tjokrosantoso, Direktur Utama Pacific Paint. (Red)


Photo Credit : Pacific Paint salah satu produsen cat nasional yang berdiri sejak tahun 1943, bersama dengan tiga kasultanan Cirebon, Kamis (03/05/18) meresmikan area Pecinaan Warna Warni di Pasar Kanoman Kota Cirebon. | Telegraf/Koes W. Widjojo

Share