China Tertarik Investasi di Kudus, Berikut Sejumlah Obyeknya

Oleh : Adarory
Photo Credit: Wisata Alam Selam Semliro di Kudus. Instagram

Telegraf – Bupati Kudus Hartopo menuturkan investor asal China tertarik mengembangkan wisata kereta gantung atau gondola di daerah pegunungan di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Lokasi yang diminati, sekitar Desa Ternadi dan Colo (Kecamatan Dawe),” katanya, (02/02/2022).

Walau begitu, investor asing tersebut hanya sebatas menyampaikan ketertarikan dan belum ditindaklanjuti dengan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU).

Atas itu, Hartopo mengatakan pihaknya akan memastikan kembali rencana investasi pembangunan kereta gantung itu dengan menemui investor China tersebut di Jakarta.

“Rencananya, mereka akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu guna memastikan daerahnya cocok untuk dibangun kereta gantung atau tidak,” jelasnya.

Sementara, saat ini yang sudah ditindaklanjuti dengan MoU, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus. Investor akan mengolah sampah di sana sebagai bahan baku energi listrik untuk keperluan penerangan.

Kemudian, ada lahan kosong bekas gedung pertemuan Ngasirah di Jalan Jenderal Sudirman, dan bekas pusat perbelanjaan Matahari Plaza Kudus di Jalan Loekmono Hadi. Rencananya, lahan kosong tersebut akan dibangun hotel sekaligus pusat perbelanjaan.

Tidak hanya itu, jika diperbolehkan, investor berminat menjadikan Pasar Kliwon sebagai pasar grosir untuk ditata agar menjadi pusat perbelanjaan modern.

Lebih lanjut, Hartopo menuturkan promosi yang dilakukan selama ini diakui baru bisa menggaet investor asal China, sedangkan investor dalam negeri belum ada yang tertarik menanamkan investasinya di Kudus.


Photo Credit: Wisata Alam Selam Semliro di Kudus. Instagram


 

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close