Chairul Tanjung: Sekarang Tidak Mudah Memenangkan Persaingan

Chairul Tanjung: Sekarang Tidak Mudah Memenangkan Persaingan

"Memang sekarang tidak mudah untuk memenangkan persaingan. Tiga mantra kunci sukses itu sangat penting untuk diterapkan. Kita harus mampu menangkap setiap peluang yang ada, kalau tidak ada, ciptakan,"

Chairul Tanjung: Sekarang Tidak Mudah Memenangkan Persaingan


Telegraf, Malang  – Kemajuan teknologi berdampak pada ancaman terhadap sumber daya manusia (SDM) karena lambat laun banyak tenaga manusia yang akan digantikan dengan tenaga mesin, bahkan pasangan hidup pun sekarang sudah ada yang digantikan oleh robot, seperti di Jepang.

Untuk menanggapi perkembangan tersebut, Chairul Tanjung, selaku pendiri PT Corpora (CT Corp) mengemukakan ada tiga kunci sukses untuk menjadi seorang pengusaha, yakni kreatif, inovatif, dan entreprenuer yang mampu menangkap peluang.

“Memang sekarang tidak mudah untuk memenangkan persaingan. Tiga mantra kunci sukses itu sangat penting untuk diterapkan. Kita harus mampu menangkap setiap peluang yang ada, kalau tidak ada, ciptakan,” kata Chairul Tanjung ketika memberikan kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Sabtu (26/02/2017).

Selain mampu menangkap peluang, lanjutnya, proses untuk memenangkan persaingan itu juga penting. Disiplin dan detail, serta semua yang dilakukan harus sempurna.

“Memang kita tidak harus menjadi seorang pengusaha dalam meraih kesuksesan, namun paling tidak kita memiliki mantra ampuh menerobos kesuksesan itu,” terangnya.

Untuk memenangkan persaingan di era sekarang ini, kata Chairul Tanjung, harus menguasai teknologi. Sebab, jika tidak mampu mengikuti perubahan teknologi pasti akan tertinggal dan teknologi itu sendiri lambat laun akan mengubah kehidupan.

Apalagi, katanya, sebagian besar penduduk dan tenaga kerja di negeri ini masih berpendidikan rendah, yakni 43 persen hanya lulusan SD. “Bagaimana kita akan bersaing, bagaimana tenaga kerja kita ini bisa menjadi CEO di perusahaan-perusahaan besar,” ujarnya.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Sementara beberapa tahun lalu, pemerintah banyak mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sekolah vokasi yang ternyata “muspro” (sia-sia) karena SMK yang diharapkan mampu menjembatani pendidikan dan pengetahuan bagi yang ingin terjun ke dunia kerja, kenyataanya tidak mampu bersaing. Dan, lulusan SMK ini menjadi bagian terbesar angka pengangguran di Tanah Air.

“Sekarang, anak-anak yang punya kesempatan menempuh pendidikan tinggi (kuliah) juga memilih jurusan-jurusan yang nyaman dan mudah agar cepat lulus, sebab inginnya serba instan. Apalagi teknologi yang ada juga mendukung, semua bergantung pada internet,” ungkapnya. (Red)

Photo credit : Telegraf/Koeshondo W. Widjojo


KBI Telegraf

close