Catatan Khusus Untuk Pontianak dari BPH Migas Ke PLN

"Walaupun suplay pasokan berlebih tapi jangan sampai terjadi didaerah, kawan kawan daerah Indonesia Timur khususnya NTB di Papua mungkin juga di Menado yang melaksanakan Natal mereka dengan hikmat akibat lampu mati mereka terganggu"

Catatan Khusus Untuk Pontianak dari BPH Migas Ke PLN


Telegraf, Jakarta – Badan Pengatura Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta kepada PT PLN (Persero ) pada perayaan Natal pada tanggal 24-25 Desember 2017 untuk daerah Pontianak agar tidak mengalami pemadaman.

Hal itu disampaikan Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa kepada PT PLN saat konfrensi pers persiapan pelaksanaan posko Nasional ESDM  yaitu Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di kantornya, Jakarta, Senin (18/12/17).

“Kita minta catatan khusus karena nanti pada tanggal 25 Desember akan dilaksanakan pusat kegiatan Natal Nasional di Pontianak dan kebetulan ketua panitian Natal Nasional adalah Menteri ESDM Bpk Ignatius Jonan. Kita minta betul kepada PLN tolong dijaga jangan sampai pada saat peresmian atau masarakat merayakan Natal dan tahun baru dan simbolis itu nanti di Pontianak terjadi mati lampu dan sebagainya,” kata Fanshurullah.

Fanshurullah mengatakan karena pembukaan Nantal di Pontianak ini adalah yang meresmikan Presiden Joko Widodo, untuk itu PLN diminta benar benar menjaga kestabilan listrik saat perayaan Natal tersebut, walaupu jika melihat suplay pasokan sangat cukup.

Fanshurullah juga menminta untuk daerah daerah Indonesia Timur khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua mungkin juga di Menado serta semua yang merayakan Natal agar tidak terganggu dengan pemadaman Listrik, karena hal ini akan menganggu kelangsungan ibadah.

“Walaupun suplay pasokan berlebih tapi jangan sampai terjadi didaerah, kawan kawan daerah Indonesia Timur khususnya NTB di Papua mungkin juga di Menado yang melaksanakan Natal mereka dengan hikmat akibat lampu mati mereka terganggu,” tuturnya.

Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru kooardinasi dilakukan satu pintu yaitu melalui BPH, bersama Badaan Geologi, PLN, Pertamina, PGN serta PT AKR Corporindo yang mendapat penugasan BBM bersubsidi melaksanakan monitoring dari tanggal 18 Desember hingga 8 Januari, agar pelaksanaan Natal dan tahun baru tidak mengalami kendala.

Baca Juga :   JamSyar Raih Opini WTP Pada Laporan Keuangan Tahun 2020

Fanshurullah menambahkan untuk stock elpigi 3 kilo gram hingga hari ini aman hingga 16 hari mendatang bahkan yang seharusnya hanya 11 hari saja. Tidak itu saja untuk elpigi 3 kilogram stock mencapai 900 matic ton sementara untuk BBM premium Stock mencapai 20 hari kedepan yang mana untuk Natal dan tahun baru 2017 ini akan mengalami kenaikan 2 persen.

Untuk memenuhi semua itu pemerintah melalui BPH Migas membentuk Posko Nasional supaya kebutuhan masyarakat di hari Natal dan Tahun Baru tidak tergangguterpenuhi, baik dari elpigi, solar, premium, pertamak dan pertamak turbo. Posko yang dari pertamina 12 lokasi kios pertamak seperti di Medan, Cipali, Timor, selain itu juga terdapat Mobil tangki yang standby sebanyak 5 titik, motoris Pertamak sebanyak 16 titik serta SPBU kantong ada 55 titik. (Red)
Credit Photo: Atti Kurnia


Atti K.

close