Bulog Akan Impor 500 Ribu Ton Beras Pada Akhir Februari Mendatang

"Pada awalnya menggunakan wewenang Kementerian Perdagangan. Kemarin Senin sudah dilakukan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Importasi yang dilakukan PPI dibatalkan, ditutup. Pelaksana import dipegang Bulog, mengimport beras umum setinggi-tingginya 500 ribu ton tergantung kondisi lapangan,"

Bulog Akan Impor 500 Ribu Ton Beras Pada Akhir Februari Mendatang


Telegraf, Cirebon – Perum Bulog sebagai badan pemerintah yang baru saja pada Senin (15/01/2018) kemarin dipercaya mengerjakan penugasan importasi beras umum (pecahan 0-25%) akan segera mendatangkan 500 ribu ton beras sebelum akhir Februari 2018.

Proses lelang terbuka sudah dibuka oleh Bulog pada Selasa (16/01/2018) di mana Bulog hanya akan menseleksi importir yang memiliki kualifikasi di negara produsen importasi beras.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan pihaknya tidak pernah meminta dilakukan impor melainkan melaporkan kondisi terkini stok beras dan data pendukung.

“Pada awalnya menggunakan wewenang Kementerian Perdagangan. Kemarin Senin sudah dilakukan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Importasi yang dilakukan PPI dibatalkan, ditutup. Pelaksana import dipegang Bulog, mengimport beras umum setinggi-tingginya 500 ribu ton tergantung kondisi lapangan,” ujar Djarot, Selasa (16/01/2018) di Cirebon.

Ia menyebutkan pihaknya sudah diberikan instruksi khusus dimana proses tender dilakukan secara transparan dengan importir asosiasi yang terdaftar di negara produsen beras (Thailand, Vietnam, Pakistan, India) untuk menghindari calo atau mafia.

“Beras yang di import untuk kepentingan umum, jumlah maksimum 500 ribu ton, jangka waktu barang sampai sampai akhir Februari, memakai dana Bulog sendiri, bukan dana sponsor lain. Beras itu hanya akan dipakai untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. Beras datang akan disimpan baru dikeluarkan jika sudah diputuskan Rakortas,” kata Djarot.

Bulog menyebutkan proses seleksi lelang akan dilakukan dimulai dari negosiasi bila berhasil maka LC dapat dibuka. Dengan jangka waktu kapal pengangkut datang bertahap kurang lebih 30 hari di pelabuhan non produksi seperti Bitung, Medan, Batam, dan Jakarta.

“Untuk pendanaan dengan harga International Rice Price ditambah berbagai biaya tambahan sebut saja Rp 7.300 maka Bulog memerlukan dana Rp 3,6 Triliun. Posisi keuangan kami ada kelonggaran untuk komoditas itu ada 9,8 Triliun. Jadi masih cukup pendanaan tanpa menggunakan dana sponsor eksternal,” tambahnya.

Baca Juga :   Dukung Pembayaran Nontunai, Bank Muamalat Luncurkan Fitur Debit Online Kartu Shar-E Muamalat

Perum Bulog saat ini memiliki 1.550 unit gudang di 550 komplek gudang, dengan kapasitas optimal 3,9 juta ton beras. Untuk di tahun 2018 Bulog akan menambah 15 gudang baru di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Hingga pertengahan Januari 2018, stok beras di gudang Bulog sebesar 800 ribu ton yang jumlahnya fluktuatif karena penyerapan dari petani yang panen di daerah.

Pada 2018 ini juga akan ditujukan 70 orang di daerah ditempatkan di daerah khusus produsen untuk menjadi bagian dari 101 satker pengadaan resmi dengan prioritas menyerap beras khususnya gabah milik petani. 150 sales force untuk membantu sistem distribusi tidak hanya ke pedagang besar, namun juga ke pedagang kecil dan menengah. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Koes W. Widjojo


KBI Telegraf

close