Bukalapak-ITB Kerja Sama Untuk AI and Cloud Computing Innovation

"Tantangan bagi kami saat ini bagaimana mencari talenta di bidang Artificial Intelligence, yang berkontribusi untuk Indonesia,"

Bukalapak-ITB Kerja Sama Untuk AI and Cloud Computing Innovation

Telegraf, Bandung – Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Ahmad Zaky meresmikan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (01/02/19).

Dalam kesempatan tersebut, Nasir mengapresiasi Bukalapak yang menjadi satu-satunya start-up dengan kapitalisasi aset di atas US$1 miliar (Rp13 triliun) yang telah membuka pusat penelitian di Indonesia. “Bukalapak jadi satu-satunya unicorn di Indonesia yang research center nya ada di perguruan tinggi. Mudah-mudahan bisa menjadi pioneer bagi unicorn-unicorn yang lain. Para anak muda ini harus punya mimpi besar. Jangan takut gagal. Gagal itu hal biasa,” ungkap Menteri Nasir setelah meresmikan Innovation Center di bidang kecerdasan buatan (artificial intellegence) tersebut.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengajak perguruan tinggi untuk membuka diri terhadap kalangan profesional, termasuk membuka kesempatan bagi para praktisi untuk memberikan kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa.

“Kepada Bapak Rektor dan seluruh jajaran di ITB, mari kita membangun sistem pendidikan tinggi ini, dengan melihat masa depan yang lebih luas, dengan membuka diri atas kerja sama atau masukan dari para praktisi,” ungkap Menristekdikti.

CEO Bukalapak Ahmad Zaky menyampaikan bahwa Bukalapak juga menyumbangkan Bukabike, yaitu sepeda kampus yang dapat dioperasikan secara gratis di ITB. Sepeda terdekat dapat ditemukan melalui aplikasi Bukalapak. Mahasiswa dapat menggunakan sepeda tersebut dengan membuka kunci sepeda melalui bar code yang dapat discan melalui aplikasi tersebut.

Ahmad Zaky juga menyatakan Bukalapak yang bergerak di dunia teknologi informasi, sangat rentan terhadap disrupsi teknologi sebagai akibat dari cepatnya perkembangan dari pesaing usaha. Oleh karena itu, Bukalapak selalu beradaptasi mengikuti perkembangan jaman. Zaky juga mengatakan bahwa Bukalapak selalu mencari talenta berbakat baru untuk meningkatkan performance perusahaan untuk bersaing sehat, baik di Indonesia maupun di dunia global.

Baca Juga  Tumbuhkan Minat Saintis PP-IPTEK Kembali Adakan ISD 2019

“Tantangan bagi kami saat ini bagaimana mencari talenta di bidang Artificial Intelligence, yang berkontribusi untuk Indonesia,” ungkap Zaky.

Bukalapak bekerja sama dengan ITB dalam membangun laboratorium riset Al pertama di Indonesia yang dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya,” ungkap Zaky. Selain itu dia mengharapkan bahwa millenial muda Indonesia mampu untuk menguasai dan menciptakan teknologi dan inovasi, seperti Google dan Facebook di masa yang akan datang.

Kolaborasi antara Kemenristekdikti, ITB dan para pendiri Bukalapak yang terdiri dari alumni ITB, merupakan momentum kebangkitan milenial Indonesia yang patut mendapat apresiasi.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ismunandar, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti IV) Uman Suherman, Rektor ITB Kadarsyah Suryadi, Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mikroelektronika ITB Trio Adiono, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin dan perwakilan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Direktur Santosa, serta perwakilan PT Telkomsel, dan mahasiswa ITB. (Red)


Photo Credit : Cloud Computing Innovation. SHUTTERSTOCK

 

Share



Komentar Anda