BTN Capai Laba 2 Triliun di Kwartal III 2017

“Pada kuartal III/2017, Bank BTN juga terus mencetak pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Pada September ini kredit dan pembiayaan Bank BTN naik sebesar 19.95 persen year on year atau naik dari Rp153,81 trillun pada kuartal III/2016 menjadi Rp184.5 triliun. Adapun, dari data bank sentral menunjukkan pinjaman yang disalurkan perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8.3 persen year on year per Agustus 2017”

BTN Capai Laba 2 Triliun di Kwartal III 2017


Telegraf, Jakarta – PT bank Tabungan Negara (BTN) persero Tbk. mencatat laba pada kwartal III tahun 2017, naik 24 persen setara Rp2 triliun, dibanding tahun lalu pada periode yag sama yang tercatat Rp1,62 triliun.

Direktur utama bank BTN Maryono mengatakan pertumbuhan itu di dukung oleh beberapa lini bisnis. Seperti pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 16.95 persen year on year dari Rp5.59 pada September 2016 menjadi Rp6.54 triiiun. Kenaikan NII tersebut bersumber dari peningkatan kredit dan pembiayaan.

Pertumbuhan NII juga didukung beban bunga yang mencatatkan kenaikan yang lebih lambat dibanding peningkatan pendapatan bunga. Beban bunga Bank BTN tercatat hanya tumbuh sebesar 9.21 persen year on year per September 2017. atau berada di bawah kenalkan pendapatan bunga sebesar 12.59 persen year on year. Ungkapnya saat konfrensi pers di kantornya Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (23/10/17).

“Pada kuartal III/2017, Bank BTN juga terus mencetak pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Pada September ini kredit dan pembiayaan Bank BTN naik sebesar 19.95 persen year on year atau naik dari Rp153,81 trillun pada kuartal III/2016 menjadi Rp184.5 triliun. Adapun, dari data bank sentral menunjukkan pinjaman yang disalurkan perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8.3 persen year on year per Agustus 2017,” kata Maryono

Sementara hingga september tahun ini kredit perumahan di posisi 90,61 persen dari total pinjaman, untuk kredit perumahan BTN mencatat kenaikan sebesar 19,32 persen menjadi Rp 167,16 triliun. Untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) mengalami kenaikan sebesar 30,78 persen year on year menjadi Rp68,34 triliun pada September tahun ini.

Baca Juga :   Ini Syarat Penerima BSU 2021 Bagi Para Pekerja

“Dengan demikian BTN menguasai 96,69 persen pangsa pasar KPR subsidi. Secara keseluruhan maka BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 35,62 persen per Juni 2017,” tegasnya.

Tak hanya itu saja Maryono menjelaskan kredit konstruksi juga mengalami peningkatan sebesar 17,87 persen satara deangan Rp 20,56 triliun dari tahun lalu menjadi Rp 24,32 triliun tahun 2017 ini. Untuk KPR non-subsidi pun mencetak pertumbuhan positif sebesar 12,59 persen dari Rp 58,9 triliun tahun lalu menjadi Rp 65,97 triliun. (Red)

Credit Photo: Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Atti Kurnia

close