Bravo Cijantung Deklarasikan Dukungan ke Jokowi

"Selama 10 hari dengan beliau, wali kotanya kayak bukan wali kota. Sederhana sekali. Tidak pernah ada pengawal. Nanti kalau sudah siang pak Jokowi ajak makan pinggir jalan. Tapi yang saya tahu pula, beliau itu kan dua periode, ketika periode kedua, saya tahu beliau tanpa kampanye. Dia mendapatkan 90 persen lebih suara,"

Bravo Cijantung Deklarasikan Dukungan ke Jokowi

Telegraf, Jakarta – Mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar menghadiri deklarasi dukungan relawan Bravo Cijantung untuk Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Agum pun mengajak para relawan bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan pandangan.

“Kita harus dukung kembali Pak Jokowi di periode kedua. Tapi saya ingin juga kita dewasa. Di negara yang berasas demokrasi, pro kontra itu soal biasa. Suka atau tidak suka itu soal biasa. Ada yang pro pemerintah, ada yang tidak suka pemerintah,” kata Agum di Bambu Restoran, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Selasa (05/02/19).

Politisi Golkar itu juga menceritakan perjalanannya selama masih aktif sebagai prajurit TNI dan tinggal di Cijantung hingga 1997. Cerita itu dilanjutkan dengan awal perkenalan Agum dengan Jokowi pada 2011.

Saat itu Agum sedang menjabat Ketua PSSI dan sedang menyiapkan Kongres di Solo. Di sana dia melihat sosok Jokowi yang menurutnya sederhana.

“Selama 10 hari dengan beliau, wali kota kayak bukan wali kota. Sederhana sekali. Tidak pernah ada pengawal. Nanti kalau sudah siang pak Jokowi ajak makan pinggir jalan. Tapi yang saya tahu pula, beliau itu kan dua periode, ketika periode kedua, saya tahu beliau tanpa kampanye. Dia mendapatkan 90 persen lebih suara,” ungkapnya.

Meski hadir di deklarai Jokowi-Ma’ruf, Agum yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) menegaskan organisasi itu netral. Namun setiap anggota Pepabri bebas menyatakan pilihannya secara individu.

“Saya ketua umum Pepabri. Saya sudah koordinasi dengan PPAD, PPAL, dan PPAU Polri dan Veteran bahwasanya kita sebagai organisasi Pepabri, PPAD PPAL, PPAU sebagai satu kelembagaan kita akan bersikap netral sebagai lembaga,” terang Agum.

Agum meminta perbedaan pilihan dalam antara anggota Pepabri tak berlarut hingga pemilu berakhir. Dia pun meminta perbedaan itu selesai saat pemilu usai.

“Penekanan saya adalah perbedaan memilih ini sifatnya sementara. Perbedaan memilih ini harus berakhir dan akan berakhir ketika pilpres berakhir. Begitu pilpres berakhir tidak ada lagi perbedaan. Hormati apapun yang menjadi keputusan demokrasi,” jelasnya.

Dalam acara itu, relawan Bravo Cijantung juga membacakan deklarasi dukungan untuk Jokowi. Seperti berikut ini isi dari deklarasi tersebut:


“Kami putra putri kompleks Cijantung yang sekarang berkumpul di ruangan ini.

Dengan ini menyatakan ketegasan tekad untuk mendukung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024.

Kami mendukung NKRI yang menjunjung kebhinekaan yang toleran dalam menegakkan Pancasila dan UUD 45 agar cita-cita Indonesia yang maju dan jaya terwujud.

Kami hanya membutuhkan pempimpin yang memiliki rekam jejak masa lalu yang bersih.

Pemimpin yang anti korupsi. Pemimpin yang tegas, jujur, amanah, serta dapat membuat perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik.

Kami hanya mendukung pemimpin yang telah memperlihatkan kerja dan prestasi yang nyata. Bukan yang lain.”



Tak Hanya Identik Dengan Kopassus

Baca Juga  Politisasi Masjid, Ma'ruf Amin: Takmir Masjid Berhak Larang Politisasi Ibadah

Agum menyebut selama ini nama Cijantung diidentikan dengan Kopassus. Meski begitu, menurutnya, Cijantung tak bisa diidentikkan dengan satu orang saja yang pernah memimpin pasukan elite.

“Kompleks Cijantung di Jakarta Timur, tidak hanya identik dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Di kompleks tersebut sebenarnya ada juga anggota dari pasukan zeni dan kavaleri.” jelasnya.

“Konotasi di luar, dengar Cijantung itu ya Kopassus. Kopassus ini pasukan elite. Jadi kalau dikatakan Cijantung identik salah satu komandan, itu keliru besar. Cijantung identik dengan nama-nama Danjen. Jadi tidak benar Cijantung dikonotasikan hanya Kopassus dan hanya seorang komandan,” tegasnya.

Agum juga menyatakan, setiap mantan Danjen menginginkan Kopassus berhasil. Menurutnya, tidak ada Danjen yang berharap Kopassus loyo. “Semua danjen berjasa dengan baret merah, ingin pasukan ini disegani,” tegasnya.

Agum Gumelar menuturkan, seorang Danjen tak pernah menggembar gemborkan keberhasilan Kopassus dalam setiap penugasan.

Agum lantas mengungkap, bahwa ada juga Danjen yang justru menonjolkan diri. “Tetapi yang sebaliknya, ada yang menonjolkan diri. Tidak usah saya sebut siapa namanya,” ungkapnya.

“Hebatnya baret merah, berhasilnya baret merah, membawa harum pasukan bangsa, itu harus pengakuan orang luar terhadap kita. Bukan kita menonjolkan diri. Salah satu komandannya ada yang seperti ini. Mudah-mudahan saya di antaranya,” katanya. (Red)


Photo Credit : Relawan Bravo Cijantung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Selasa, 5 Februari 2019. Deklarasi itu juga dihadiri mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar. FILE/Dok/Ist. Photo

Share



Komentar Anda