BPS: Ekonomi Kuartal I 2018 Tumbuh Sebesar 5,06 Persen

"Nilai ekspor Indonesia q-t-q mengalami penurunan, tapi secara tahunan naik 8,78% YoY. Tapi Nilai impor naik lebih tinggi lagi, sebesar 20,12% YoY."

BPS: Ekonomi Kuartal I 2018 Tumbuh Sebesar 5,06 Persen

Telegraf, Jakarta – Ekonomi Indonesia terus bergelora. Hal ini terlihat dari data yag disodorkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Suharyanto mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2018 5,06% year on year (YoY), dengan pertumbuhan quarter to quarter (q-t-q) -0,42%. Angka itu lebih tinggi dari kuartal pertama 2017 yang sebesar 5,01% dan lebih rendah dari kuartal keempat 2017 yang sebesar 5,19%.

Tapi, angka ini lebih rendah dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan proyeksi pemerintah yang masing-masing sebesar 5,1% dan 5,2% YoY.

Di kuartal pertama tahun ini, harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional secara umum naik baik q-t-q maupun YoY. Misalnya, harga rata-rata minyak rentah di pasar internasional, masih US$ 52,03 per barel, naik 24,34% menjadi US$ 64,7 per barel. Harga komoditas non migas juga naik, seperti makanan dan hasil pertanian dan komoditas tambang

Kondisi perekonomian global kuartal I 2018 secara umum naik. Tapi laju pertumbuhannya lebih rendah dari kuartal keempat 2017. China di posisi 6,8% atau lebih rendah dari kuartal pertama 2017, AS menguat menjadi 2,9% dibanding kuartal pertama 2017, dan Singapura menguat menjadi 4,3% dibanding kuartal pertama 2017.

Selama kuartal pertama 2018, inflasi 0,99% q-t-q dan secara YoY inflasi tercatat 3,4%. “Inflasi triwulan pertama boleh dikatakan terkendali,” kata Suhariyanto dalam rilis yang diterima oleh redaksi, Kamis (10/05/18).

Realisasi belanja pemerintah lebih bagus dibanding kuartal pertama 2017. Kuartal I 2018 tercatat sevesar 18,87% dari pagu. Sementara kuartal I 2017, 18,75% dari pagu. Hal ini karena kenaikan belanja pemerintah pusat baik belanja barang, belanja pegawai, hingga subsidi.

Nilai ekspor Indonesia q-t-q mengalami penurunan, tapi secara tahunan naik 8,78% YoY. Tapi Nilai impor naik lebih tinggi lagi, sebesar 20,12% YoY. “Ini menyebabkan neraca dagang kita Januari-Februari defisit,” tambah dia.

Baca Juga  Permudah Perizinan, Kunci Perlancar Investasi

Data BKPM, realisasi penanaman modal naik 11,8% YoY. Penjualan mobil naik 2,88% YoY. penjualan sepeda motor naik 3,99%. Sementara produksi semen naik 3,1% YoY dan penjualannya naik 8,44% YoY. (Red)


Photo Credit : Ekonomi Indonesia terus tumbuh terlihat dari data yag disodorkan Badan Pusat Statistik (BPS). | Antara/Eko Ardiyanto

 

Share