BPK: Tidak Ada Proyek Mangkrak di Era Jokowi-JK

"Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan belanja proyek infrastruktur selama tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar Rp 289,93 triliun, dan tidak ditemukan adanya proyek infrastruktur yang mangkrak,"

BPK: Tidak Ada Proyek Mangkrak di Era Jokowi-JK


Telegraf, Jakarta – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menyatakan tidak ada temuan terkait dengan proyek infrastruktur yang mangkrak selama masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berjalan.

Rizal menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan belanja infrastruktur selama 2015, 2016 dan 2017 sebesar Rp 289,93 triliun.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan belanja proyek infrastruktur selama tahun 2015, 2016, dan 2017 sebesar Rp 289,93 triliun, dan tidak ditemukan adanya proyek infrastruktur yang mangkrak,” kata Rizal di Gedung BPK, Jakarta, Senin (22/10/18).

Sementara untuk anggaran infrastruktur di 2018, BPK belum melakukan pemeriksaan. Hal tersebut lantaran hingga saat ini kegiatan infrastruktur tersebut masih berlangsung dan pemeriksaan baru akan dilaksanakan pada 2019.

“Terkait dengan tahun 2018, itu tidak ada statement karena memang belum ada pemeriksaan. Pemeriksaan itu setelah program selesai. Laporan baru masuk Februari 2019 nanti. Maret-Juni baru akan diperiksa,” ungkap dia.

Menurut Rizal, justru pada masa pemerintahan saat ini proyek infrastruktur dilaksanakan secara masif. Dan sejumlah proyek pun telah rampung dan sudah dinikmati manfaatnya oleh masyarakat. (Red)


Photo Credit : Suasana pembangunan Proyek Light Rail Transit (LRT) di samping jalan Tol Jagorawi di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (8/1). Proyek LRT yang terdiri enam lintas layanan tersebut meliputi tahap pertama, yakni Cawang-Cibubur (14,3 km) Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (10,5 km), Cawang-Bekasi Timur (18,3 km), sementara tahap kedua meliputi Dukuh Atas-Palmerah-Senayan (7,8 km), Cibubur-Bogor (25 km), dan Palmerah-Grogol (5,7 km). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

KBI Telegraf

close