BPH Migas Tetapkan Harga  Gas Pada Jargas Rumah Tangga

"Sesuai dengan tupoksi BPH migas  terutama di amanat BPH Migas  No 22 tahun 2001 salah satu tupoksinya adalah  menetapkan harga jarigan gas kota rumah tangga 1 dan Rumahtangga 2. Seiring dri araham Menteri ESDM kalau kita bisa mengembangkan jaringan gas (jargas) kota dengan tepat dan jumlah yang lebih banyak lagi  sebetulnya banyak membantu  pemerintah dalam hal menekan laju impor elpigi"

BPH Migas Tetapkan Harga  Gas Pada Jargas Rumah Tangga

Telegraf, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), lakukan penetapan harga jual gas  pada jaringan gas untuk rumah tangga.

Hal ini dilakukan dalam rangka upaya mendukung program diversifikasi energi dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap import Elpigi bahan bakar bersubsidi APBN (BBM

dan LPG 3 Kg) untuk beralih ke penggunaan alterntif gas bumi untuk sektor rumah tangga dan transportasi.

Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan dalam konfrensi pers  penetapan harga jual gas bumi melalui pipa untuk konsumen rumah tangga dan pelanggan kecil untuk kabupaten kota di kantornya Jakarta.

“Sesuai dengan tupoksi BPH Migas  terutama yang diamanat BPH Migas  No 22 tahun 2001 salah satu tupoksinya adalah  menetapkan harga jarigan gas kota rumah tangga 1 dan Rumahtangga 2. Seiring dari arahan Menteri ESDM kalau kita bisa mengembangkan jaringan gas (jargas) kota dengan tepat dan jumlah yang lebih banyak lagi  sebetulnya banyak membantu  pemerintah dalam hal menekan laju impor elpigi, ” ungkapnya Selasa ( 5/3).

Jugi menjelaskan  di tahun 2018 impor elpigi hampir mencapai 60 persen kebutuhan, dimana  dalam negeri hanya bisa menyediakan 2 juta ton dan impor diatas 5 juta ton pertahun.

Adapun harga yang ditentukan  untuk rumah tangga 1 adalah sebesar Rp4.250/meter kubik dan untuk rumah tangga 2 diangka Rp6.250 meter kubik.  Harga ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat  karena dalam menentukan harga tersebut referensi harga elpigi.

Lebih lanjut Jugi menjelaskan badan usaha yang menerima penugasan dari pemerintah berjalan dengan baik dengan tumbuh lebih baik, dan laju impor elpigi bisa ditahan.

“Untuk pemenuhan kebutuhan energi final sektor rumah tangga sesuai dengan membangun jaringan gas kota bagi 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga (SR) pada tahun 2025, hingga akhir tahun 2018 ini pembangunan Jargas telah mencapai 325.773 SR yang yang tersebar di 52 wilayah Kabpaten/Kota” kata Jugi.

Baca Juga  BNI Syariah Terus Evaluasi Pembiayaan Pelaku UMKM Berbasis Green Aktivity

Jugi menambahkan BPH Migas sedang merumuskan suatu aturan terkaitan harga jargas untuk rumah tangga 2, untuk membuat badan usaha penugasan  atau diluar  itu untuk mengembangkan jargas rumah tangga 2 sesuai aturan yang berlaku di harga Jargas kota. (Red)


Photo Credit :komite BPH Migas Jugi Prajogio


 

Share



Komentar Anda