BPH Migas: Pasokan BBM Natal dan Tahun Baru Tergolong Aman Walaupun Terdampak Bencana Alam

"Untuk sector Migas kondisi ketersediaan (stock ) BBM selama masa Posko nasional ESDM adalah normal dan tidak terjadi kelangkaan BBM selama Masa posko. Coverage Day BBM per tanggal 7 Januari 2019 Jenis Premium 21 hari, Pertalite 22 hari, Pertamax/Akra 92 26 hari, Pertamax Turbo : 77 hari, Solar/Akrasol , 24 hari, Dexlite 27 hari, Pertamina DEX 29 hari, Avtur 30 hari, Kerosene 79 hari"

BPH Migas: Pasokan BBM Natal dan Tahun Baru Tergolong Aman Walaupun Terdampak Bencana Alam

Telegraf, Jakarta – Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah terlewati Posko Nasional ESDM dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yang bertugas melakukan pengumpulan/invetarisasi data lapangan serta koordinasi dan pengawasan dalam penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, Listrik serta kebencanaan geologi.

Bersama Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas Bumi lakukan evaluasi posko dimana posko dibuka selama 19 hari dari tanggal 22 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019 untuk sector migas dalam keadaan aman dan normal, stok BBM bahkan untuk pertamak turbo stok mencapai 77 hari sementara premium cukup untuk 21 hari.

Hal itu di ungkapkan Komite BPH Migas Bidang BBM Hendry Ahmad dalam konfrensi pers evaluasi posko nasional sektor ESDM menghadapi Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di kantornya Mampang, Jakarta Selatan.

“Untuk sektor Migas kondisi ketersediaan (stock ) BBM selama masa Posko nasional ESDM adalah normal dan tidak terjadi kelangkaan BBM selama Masa posko. Coverage Day BBM per tanggal 7 Januari 2019 Jenis Premium 21 hari, Pertalite 22 hari, Pertamax/Akra 92 26 hari, Pertamax Turbo : 77 hari, Solar/Akrasol , 24 hari, Dexlite 27 hari, Pertamina DEX 29 hari, Avtur 30 hari, Kerosene 79 hari,” ungkap Hendry.

Hendry menjelaskan untuk penyaluran BBM pada natal dan tahun baru terdapat peningkatan dari 3,6 persen untuk Premium RON 88, dan Pertamak Dex 4,7 persen, dibanding daily objective throughput (DOT). Sementara yang mengalami penurunan Pertalite RON 90 1,5 persen, Pertamax Akar 92 2,7 persen, Pertamak turbo RON 7,7 persen, solar/Akrasol 16 persen, Dexitle 53,2 persen, Kerosene 27,5 persen, serta Avtur 4,4 persen.

Sementara untuk sector listrik Hendry menambahkan secara keseluruhan beban puncak ada tanggal 24, 25 Desember mengalami penurunan, yang mengalami sedikit ganguan adalah pasokan listrik untuk adaerah daerah yang terkena bencana alam baik Tsunami maupun longsor, yaitu wilayah Banten (Tanjung Lesung, Pandeglang dan Anyer, sementara untuk daerah Lampung Selatan antara lain Rajabasa, kalianda, Sidomulyo ,Ketibung.

Baca Juga  AMC Hadir untuk Menjawab Para Millenia Yang Tak Punya Waktu

“Wilayah dampak bencana tsunami dan gelombang pasang antara lain Lampung Selatan (Rajabasa, kalianda, Sidomulyo,Ketibung), serang Banten, dan Pandeglang (pantai Tanjung Lesung, Teluk Lada, Panimbang dan Carita, yaitu belum berfungsinya 1 SPBU yang terdampak tsunami yaitu 1 SPBN AKR di Sumur, Pandeglang dimana penyalurannya melalui SBPU Pertamina Cibaliung yang berjarak kurang lebih 18 km,” ungkap Hendry. (Red)


Credit Photo: Salah satu pegawai SPBU di Jakarta sedang melayani pembelian BBM jenis premium


Share



Komentar Anda