BPH Migas Akan Wujudkan Green Energi Di Ibukota Baru

"Dengan pemindahan Ibu Kota Negara, apabila disepakati untuk mewujudkan Green Enrrgy di Kalimantan dengan mengalihkan kebutuhan liatrik dari batubara dan diesel menjadi gas bumi"

BPH Migas Akan Wujudkan Green Energi Di Ibukota Baru

Telegraf, Tangerang – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHMigas) menangkap wacana untuk pemindahan ibukota yang akan direncanakan berpindah di Kalimantan dengan Green Energy.

Melalui Forum Group Dissussion (FGD) BPH Migas mengundang berbagai pihak untuk mewujudkan Ibukota Baru yang Green Energy dengan mengalihkan kebutuhan listrik dari batubara dan diesel menjadi gas bumi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPH Migas Fanshurullah Assa dalam sambutannya di FGD pemenuhan kebutuhan energi di Kalimantan dalam rangka rencana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia, di Hotrl Green Zury, Bumi Serpong Damai, Tangerang.

“Dengan pemindahan Ibu Kota Negara, apabila disepakati untuk mewujudkan Green Energy di Kalimantan dengan mengalihkan kebutuhan liatrik dari batubara dan diesel menjadi gas bumi,” tuturnya, Kamis (4/7).

Fanshurullah mengatakan hal tersebut juga sekaligus peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk masyarakat melalui jaringan gas kota.

Tetcatat proyeksi suplay deman gas di region V Kalimantan dari neraca gas bumi Indonesia 2018-2027 mengalami surplus yang sebagian besar diolah menjadi LNG yang didistribusikan untuk memenuhi komitmen LNG domestik dan ekspor (komitmen ekspor belum diperoleh paska 2012).

“Tetapi hal teraebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya di wilayah Kalimantan untuk penggunaan rumah tangga, transportasi, pelanggan kecil, lifting minyak, industri berbasis gas bumi, pembangkit listrik dan industri berbahan bakar gas,” kata Fanshurullah.

Fanshurullah menambahkan untuk mewujudkan itu semua perlu adanya pemenuhan deman dan pemanfaatan potensi pasokan di Kalimantan dengan pembangunan infrastruktur gas bumi Trans Kalimantan sebagai amanah dalam rencana induk jaringan transmisi dan distribuai gas bumi nasional yang sudah terdapat pada rancangan induk dalam keputusan menteri tahun 2012.

Fanshurullah berharap sinergitas BPH Migas dan stakeholder serta yang terpenting dukungan dari pemerintah daerah dan juga anggota DPR RI serta DPD RI.

Baca Juga  Kemendag Lepas Ekspor Sarang Burung Walet 10 Ton

Hadir dalam agenda tersebut Direktur Perkotaan, Perumahan dan Pemukiman Kementerian PPN Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, Anggota Dewan Komisi VII Ihwan Datu Adam daerah pilihan Kalimantan Timur, Andrinov Chaniago mantan kepala Badan perencana pembangunan Nasional serta perwakilan kepala daerah Kalimantan. (Red)


Credit Photo : Kepala BPH Migas Fanshutullah Assa berbincang dengan Andrinov Chaniago mantan Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional  /telegraf


Share



Komentar Anda