BNSP, Kementrian Koperasi dan UKM RI, dan LSP Talenta Wirausaha Nusantara: Solusi Terkini untuk Usaha Mikro

Oleh : Idris Daulat
Gathering dan Sarasehan LSP Talenta Wirausaha Nusantara untuk Penguatan Kewirausahaan dan UKM di Indonesia, yang di hadiri oleh Martshudy Khahar, S.E., Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UMKM RI, dan NS. Aji Martono, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Grya Persada Hotel, Kaliurang - Jogjakarta (9/3/24). (Doc.Ist)

Telegraf – Suasana penuh semangat tercipta dalam acara Gathering dan Sarasehan yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Talenta Wirausaha Nusantara.

Acara dengan thema ” Together For Happiness, Trust, Competency and Collaboration” tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan khususnya juga bagi penguatan kewirausahaan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.

Acara berlangsung di Grya Persada Hotel, Kaliurang – Jogjakarta (9/3/24) dengan penuh semangat ketika Ketua LSP Talenta Wirausaha Nusantara, Warsis, memberikan laporan pembukaan.

Warsis menyampaikan komitmen LSP dalam memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kewirausahaan dan UMKM di antaranya dengan terus memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi dan hingga saat ini telah memberikan sertifikasi kompetensi ke 2.860 asesi bidang koperasi dan UMKM

Sambutan lain juga disampaikan oleh Martshudy Khahar, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UMKM RI, beliau menekankan pentingnya peran LSP dalam mendukung pengembangan perkoperasian dan UMKM di Indonesia.

Khahar menyatakan bahwa kewirausahaan adalah pilar utama dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Para narasumber juga berbagi wawasan tentang kewirausahaan dan penguatan UMKM di berbagai sektor.

Wisnu Hermawan, Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, memberikan insight tentang perkembangan kewirausahaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hermawan menyoroti peran LSP dalam meningkatkan kompetensi wirausaha lokal.

NS. Aji Martono, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memberikan pandangan mengenai pentingnya sertifikasi profesi dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM.

Martono juga membahas peran BNSP dalam memastikan kualitas sertifikasi di berbagai sektor. Sehingga tetap adanya jaminan mutu dan mudahnya telusur atas sertifikasi profesi tersebut.

Dalam sarasehan tersebut selain Asesor yang dimiliki LSP Talenta Wirausaha Nusantara juga hadir berbagai lembaga pendidikan dan bisnis yang merupakan mitra LSP, antara lain Forum Manajemen Indonesia (FMI), Incubator Bisnis Polines Tecno preneur, Jurusan Manajemen FEB Universitas Trunojoyo,

Fakultas Ekonomi Universitas Proklamasi 45, STAI Yogyakarta, Badan Kurasi Indonesia, LSP Polines, STAI Syubanul Wathon Magelang, dan Puskopsyah DIY.

Dalam acara ini, Dinas Koperasi dan UMKM dari berbagai daerah turut ambil bagian, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bantul,

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunung Kidul, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, serta Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Cirebon dan Banyumas.

Dalam suasana yang penuh kolaborasi, semua peserta sepakat untuk terus membangun sinergi dan kerja sama dalam mendukung pertumbuhan kewirausahaan dan UMKM di Indonesia.

LSP Talenta Wirausaha Nusantara menjadi motor penggerak untuk memajukan sektor ini melalui sertifikasi profesi dan pelatihan yang berkualitas.

Dengan kesuksesan acara ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terampil dan berkualitas di sektor kewirausahaan dan UMKM.

Langkah-langkah konkret dalam penguatan ini menjadi landasan untuk mencapai era kewirausahaan dan UMKM yang berkualitas, berdaya saing, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close