BNI Syariah Terus Evaluasi Pembiayaan Pelaku UMKM Berbasis Green Aktivity

"Salah satu bentuk dukungan terkini adalah pendampingan dan pemberian modal usaha kepada tokoh lingkungan yang telah mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Tahun 2017 yaitu Karsin. Tokoh lingkungan asal Purbalingga ini mengolah sampah limbah plastik menjadi paving block dengan memberdayakan masyarakat di daerahnya"

BNI Syariah Terus Evaluasi Pembiayaan Pelaku UMKM Berbasis Green Aktivity

Telegraf, Jakarta – Bersamaan dengan hari bumi (earth day) internasional yang di peringati setiap tanggal 22 April BNI Syariah lakukan green activity yaitu mendorong pengusaha UMKM yang menerapkan green activity.

Hal ini sejalan dengan SDG’s (Sustainable Development Goals) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah Rima Dwi Permatasari dalam konfrensi pers dengan tema “we take our erth seriously” di Jakarta.

 

“Salah satu bentuk dukungan terkini adalah pendampingan dan pemberian modal usaha kepada tokoh lingkungan yang telah mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Tahun 2017 yaitu Karsin. Tokoh lingkungan asal Purbalingga ini mengolah sampah limbah plastik menjadi paving block dengan memberdayakan masyarakat di daerahnya,” ungkap Rima Senin (22/4).

 

Rima menjelaskan hingga saat ini masih mempelajari visibilitas study dalam memberikan modal usaha apakah ini sesuai dengan metode BNI Syariah yang di tetapkan.

 

“Kita masih pelajari dulu yang penting aman, memberdayakan dan bisa menjadi contoh para pelaku ekonomi yang lain,” ungkap Rima.

Ditemui ditempat yang sama Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Teknik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lawin Bastian mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kasim ini sangat tidak direkomendasikan karena asap pembakarannya akan menimbulkan efek yang sangat buruk terhadap kesehatan yaitu kanker.

 

“Saya sangat tidak merekomendasikan karena saya belajar tentang sampah dengan study saya di Jepang, dengan cara pembakaran di ruang terbuka seperti yang dilakukan Pak Kasim itu ideal terbentuknya gas Dioksin, yang jika dihirup bisa menyebabkan kanker,” kata Lawin.

Baca Juga  Raih Ramadhan Berkualitas Melalui Green Ramadhan dari BNI Syariah

 

Lanjut lawin pembakaran tersebut akan membentuk diostin yang menjadi abu, dan abu tersebut terbang memapar lingkungan sekitar dan ini bisa terhirup oleh manusia, dan hal itu yang bisa menimbuklan penyakit.

 

“Ini harus ada pendampigan, kreatifitasnya kita dukung tetapi harus ada pendampingan, bahwa secara aspek kesehatan dan lingkungan akan terjamin,” tegasnya.  (Red)


Credit Photo :Corporate Secretary BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari (paling kiri), Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu (dua dari kiri); Perwakilan UNDP Indonesia, Tony Hutabarat (tiga dari kiri); Direktur Marine WWF Indonesia, Imam Musthofa (empat dari kiri); Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Teknik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lawin Bastian (lima dari kiri); dan Tokoh Lingkungan Pengolah Limbah Plastik, Karsin (paling kanan) dalam acara diskusi “Hasanah Earth Day 2019″/istimewa


Share



Komentar Anda