BNI Syariah: Membangun Benteng Hasanah dari Perbatasan

BNI Syariah: Membangun Benteng Hasanah dari Perbatasan

“Kami memandang bahwa wakaf bukan hanya instrumen ekonomi syariah semata, melainkan instrumen “langit” yang dapat membangun kemandirian ummat manusia. Melalui program Benteng Hasanah Di Batas Negeri ini, yang juga bertepatan dengan rangkaian milad yang kedelapan, instrumen wakaf dapat memperkuat kemandirian ummat dengan menjalin sinergi dengan para nadzhir sebagai penghimpun wakaf,"

BNI Syariah: Membangun Benteng Hasanah dari Perbatasan


Telegraf, Batam – Dalam rangka milad kedelapan, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik melaksanakan program Benteng Hasanah Di Batas Negeri yang di harapkan dapat berkontribusi nyata bagi community daerah perbatasan di Indonesia.

Delapat titik awal di awali dengan peresmian program di Pulau Airmas Batam dengan peyerahan satu unit marine boat ambulance untuk fasilitas kesehatan masyarakat desa di Pulau – Pulau sekitar Batam, diantaranya Pulau Selat Desa, Pulau Airmas, dan Pulau Kubung.

“Kami memandang bahwa wakaf bukan hanya instrumen ekonomi syariah semata, melainkan instrumen “langit” yang dapat membangun kemandirian ummat manusia. Melalui program Benteng Hasanah Di Batas Negeri ini, yang juga bertepatan dengan rangkaian milad yang kedelapan, instrumen wakaf dapat memperkuat kemandirian ummat dengan menjalin sinergi dengan para nadzhir sebagai penghimpun wakaf. Dalam program Benteng Hasanah Di Batas Negeri, BNI Syariah berupaya untuk ambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan dan khususnya bagi masyarakat Pulau Airmas dan sekitarnya”, ujar Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi.

Tribuana Tunggadewi mengajak masayarakat untuk ikut dalam kegiatan Wakaf Hasanah yaitu dalam pengadaan marine boat ambulance bukan saja di Batam tetapi juga pesantren tahfidz di sanggau Kalimantan Barat, Sekolah dasar di Pulau Semau Nusa Tenggara Timur, Masjid di Desa Kudu Tidore Maluku Utara, Sekolah dasar di Konawe Sulawesi Selatan, Rumah Tahfidz di Singkawang Kalimantan Barat, Pesantren Tahfidz di Pulau Buru dan Pemberdayaan Masyarakat di Tabukan, Sulawesi Utara.

Tribuana menjelaskan selain memberikan fasilitas kesehatan, progam ini juga memberikan fasilitas sekolah dan pesantren, masjid serta pemberdayaan bagi masyarakat desa. Diharapkan kedepan akan bertambah terus membangun benteng – benteng kebaikan melalui fasilitas kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan sarana ibadah di perbatasan Indonesia.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Hadir dalam agenda tersebut Direktur Eksekutif LAZNAS Al – Azhar, Sigit Iko Sugondo dan Pimpinan LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin. Selain Yayasan Hasanah Titik BNI Syariah juga mengandeng nadzir-nadzir Forum Wakaf Produktif diantaranya LAZNAS Al – Azhar, Dompet Dhuafa, Baitul Maal Hidayatullah, Dewan Dakwah Indonesia, Rumah Wakaf dan I –Wakaf.

Direktur Eksekutif LAZNAZ Al – Azhar, Sigit Iko Sugondo yang menuturkan, ”Penguatan pemberdayaan masyarakat tentu tidak lepas dari aspek ekonomi, pendidikan, karakter moral dan kesehatan,”

Sigit menambahkan dengan adanya program ini akan semakin melengkapi penguatan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Pulau Airmas yang selama ini menjadi binaan LAZ Al-Azhar. Didukung dengan adanya Wakaf Hasanah dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memberikan kontribusi positif khususnya bagi masyarakat di perbatasan Indonesia. (Red)


BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik melaksanakan program Benteng Hasanah Di Batas Negeri. | File/Dok/Ist. Photo


 

Atti K.

close