BIG Desak Pebentukan Lembaga di Daerah Yang Menangani Informasi Geospasial

"Selama ini masih dititipkan dimana mana, seperti di Bapeda di Dinas Tata Ruang atau PUPR atau diskotek (Dinas informasi dan teknologi) sehingga di Daerah sendirikan jadi bingung pegawai didaerahkan karirnya pengen naik"

BIG Desak Pebentukan Lembaga di Daerah Yang Menangani Informasi Geospasial

Telegraf, Bogor – Dalam puncak peringatan Hari Informasi Geospasial 2019 Kepala Badan informasi Geospasial, Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan bahwa perlunya segera dibentuk kelembagaan didaerah yang khusus menangani Informasi Geospasial.

“Selama ini masih dititipkan dimana mana, seperti di Bapeda di Dinas Tata Ruang atau PUPR atau Diskotek (Dinas informasi dan teknologi) sehingga di Daerah sendirikan jadi bingung pegawai didaerahkan karirnya pengen naik,” ungkapnya usai memperingati hari Informasi Geospasial 2019, si kantornya, Jl Raya Jakarta – Cibonong, Bogor.

Hasan pangilan akrab Kepala BIG menjelaskan kelembagaan penting dimana masalah Informasi Geospasial (IG) tapak permasalahannya ada di daerah. Sementara saat ini sumber daya manusia (SDM) didaerah sangat kurang pun kelembagaannya masih sangat lemah.

“Kenapa penting karena masalah IG tapak permasalahannya ada di daerah seperti tata ruang, batas bencana, reforma agraria kebencanaan, semua tapak permasalahannya ada di daerah tetapi di daerahnya SDM-nya masih kurang dan kelembagaannya masih lemah,” tutur Hasan.

Lanjut Hasan yang masih terus di perjuangkan selain kelembagaan adalah pembuatan peta 1:5000, yang hingga kini baru mencapai 3 persen. Hal ini dibutuhkan untuk rencana detail tata ruang baik pusat maupin daerah.

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas) Bambang Brodjonegoro  mengatakan kelembagaan di daerah seperti Kabupaten Kota, Provinsi harus dipikirkan tetapi tidak membuat uunit baru, tetapi di tempel kepada unit yang sudah ada.

“Ya memang harus dipikirkan supaya disetiap Pemerintah Daerah Kabupaten Kota Propinsi ada dinas atau unit terkait Geopasial tapi tidak usah di buat unit baru. Tapi di tempel kan ke unit yang sudah ada yang paling tepat,” paparnya.

Menurutnya kelembagaan daerah yang paling tepat di tempeli IG adalah tata ruang, “Ya kan tergantung daerah karena setiap daerah berbeda beda yah mungkin paling tepat adalah tata ruang,” tutupnya, Kamis (18/10). (Red)

Baca Juga :   Prospek Industri Gaming di Indonesia Menurut Twitter

Credit Photo : Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas) Bambang Brodjonegoro bersalaman dengan Kepala Badan Informasi Geospasial, Hasanuddin Zainal Abidin (ki-ka), di Kantor BIG Jl.Raya Cibinong Jakarta-Bogor, Kamis (18/10)/TELEGRAF




Komentar Anda