Bersama Belanda, Serius Tangani Cyber Crime

“Kejahatan dunia maya makin meningkat, mulai dari sektor perbankan sampai terorisme, yang dapat berdampak masif sampai ke tingkat nasional. Hal ini membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, sehingga dianggap perlu untuk mendalami teknologi Belanda yang lebih maju”

Bersama Belanda, Serius  Tangani Cyber Crime


Telegraf, Jakarta – Data menunjukan Cyber Crime di Indonesia meningkat, untuk itu pemerintah terus serius dalam menangani kasus ini, melalui Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) mengirimkan 20 stafnya dalam pelatihan “Capacity Building on Cyberspace Security and Resilience”, ke Belanda.

“Kejahatan dunia maya makin meningkat, mulai dari sektor perbankan sampai terorisme, yang dapat berdampak masif sampai ke tingkat nasional. Hal ini membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, sehingga dianggap perlu untuk mendalami teknologi Belanda yang lebih maju,” ungkap Warsono Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur (Kominfotur) Kemenko Polhukam.

Pelatihan yang disupport oleh kedutaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia ini adalah beasiswa tailor-made training StuNed, penyerahan beasiswa yang di sampaikan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl kepada Kominfotur Warsono di Jakarta, Senin (20/11/17).

Di temui di tempat yang sama penasehat keamanan regional Kedutaan Besar Belanda, Angele Samura, mengatakan berkembangnya digitalisasi yang cukup pesat juga dibarengi meningkatnya Cyber Crime, ini terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia.

“Ancaman dunia maya meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir ini. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Belanda. Perlu kemitraan untuk penanganannya, antara lain dalam bentuk pelatihan seperti ini,” kata Angele Samura.

Pendidikan yang akan di lakukan awal bulan depan yakni Desember mendatang ini akan mempelajari teknologi teknologi Belanda yang lebih maju di Den Haag. Beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda dalam rangka kerjasama bilateral tersebut tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2014 – 2017. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Atti K.

close