Berdasarkan Survey Terbaru Elektabilitas Ahok-Djarot Masih Berada di Angka 45,5%

Berdasarkan Survey Terbaru Elektabilitas Ahok-Djarot Masih Berada di Angka 45,5%

Berdasarkan Survey Terbaru Elektabilitas Ahok-Djarot Masih Berada di Angka 45,5%


Telegraf, Jakarta  Kembali Populi Center merilis survei soal elektabilitas para cagub cawagub DKI Jakarta. Sejauh ini baru Populi Center yang hasil surveinya menunjukkan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di atas angka 45%.

“Berdasarkan elektabilitas pasangan, jika Pilkada dilakukan hari ini dan pesertanya ada 3 pasangan calon, siapa yang Anda pilih ? Hasilnya adalah Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat 45,5 persen, Anies Baswedan – Sandiaga Uno 23,5 persen, Agus Yudhoyono – Sylviana Murni 15,8 persen, belum memutuskan 12,5 persen, dan tidak jawab 2,7 persen,” kata Peneliti Populi Center Nona Evita dalam konferensi pers di Kantor Populi Center di Hl Letjend S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (6/9/2016).

Konferensi pers ini dihadiri oleh timses ketiga cagub DKI yakni Ruhut Sitompul (timses Ahok-Djarot), Arwani Thomafi (timses Agus-Sylvi), dan Mardani Ali Sera (timses Anies-Sandi).

Survei dilakukan pada tanggal 25 September – 1 Oktober 2016 dengan sampel 600 responden menggunakan multistage random sampling. Margin of error +/- 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara bertingkat, dengan wawancara tatap muka di 120 RT, di 60 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta di Jakut, jaksel, Jakpus, Jakbar, Jaktim, dan Kepulauan Seribu. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih, dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Survei ini juga menunjukkan bahwa warga DKI Jakarta menghendaki gubernur dan wakil gubernur yang bersih dari korupsi. Warga DKI juga merindukan calon pemimpin yang merakyat.

“3 kriteria utama dari masyarakat DKI Jakarta dalam memilih gubernur dan wakil gubernur diantaranya bersih dari korupsi (30,2 persen), tegas (30 persen), dan merakyat (21,8 persen). Pemilih DKI Jakarta tidak menghiraukan isu SARa. Hal ini terbukti dari data menunjukkan penganut agama Islam paling banyak memilih Ahok-Djarot yaitu 42,5 persen penduduk muslim DKI. Sementara itu untuk masyarakat dengan prefensi partai pengusung calon tertentu, cukup loyal dengan pilihan tokoh yang diusung partai pilihannya,” katanya.

Direktur Riset Populi Center, Usep Achyar, mengungkap tujuan dilakukannya survei.
“Tujuan melakukan survei untuk mengetahui arah pemilih. Kemungkinan akan terjadi tsunami suara. Sebagaimana dipaparkan, saya akan menambah beberapa data, kalau dilihat Ahok-Djarot masih unggul di 45,4 persen, Anies-Sandy 23,5 persen, dan Agus-Sylvi 15,8 persen. Selain swing voters, akan ada undecided voters yang masih mungkin tidak memilih. swing voters yang memungkinkan untuk diperebutkan. Yang menarik lagi soal isu kemacetan, pengangguran, dan harga yang harus segera diselesaikan,” terang Achyar. (red/dtk)

Foto : Elektabilitas pasangan cagub dan cawagub Ahok-Djarot masih dinyatakan berada di atas 45%. | Telegraf Photo/Doni J. Alberto


KBI Telegraf

close