Bentuk Komitmen Kinerja BNI Syariah 2018 Aset Tumbuh 17,88 Persen

"Pertumbuhan aset tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang meliputi, Konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17 persen), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74 persen), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09 persen), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82 persen), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18 persen). Dalam menyalurkan pembiayaan BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana pada tahun 2018 berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) dibawah 3 persen yaitu sebesar 2,93 persen"

Bentuk Komitmen Kinerja BNI Syariah 2018 Aset Tumbuh 17,88 Persen


Telegraf, Jakarta – Bank BNI Syariah dalam kinerjanya selama tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang positif terbukti pertumbuhan aset naik sebesar 17,88 persen setara dengan Rp41,05 triliun dibanding pada periode yang sama pada tahun 2017 yang tercatat Rp 33,17 triliun.

Direktur BNI syariah Abdullah Firman Wibowo menjelaskan dalam konfrensi pers laporan kinerja BNI Syariah 2018 di kantornya di Jakarta Kamis (14/02/19).

“Pertumbuhan aset tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang meliputi, Konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17 persen), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74 persen), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09 persen), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82 persen), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18 persen). Dalam menyalurkan pembiayaan BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana pada tahun 2018 berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) dibawah 3 persen yaitu sebesar 2,93 persen,” tuturnya dalam sambutan.

Firman mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ahun lalu pada situasi global makro mayoritas negara mengalami stagnasi, termasuk Indonesia, untuk Indonesia sendiri lebih baik dibanding negara negara lain yaitu stabil diangka 5,1 hingga 5,2 persen.

Untuk pertumbuhan Industri perbankan syariah di Indonesia yang mayoritas penduduk muslim pertumbuhannya hanya berkontribusi sekitar 5,7 persen ini disebabkan oleh 2 fakor yaitu kurangnya literasi dan inklusi.

“BNI Syariah dalam posisioning dibanding industri perbanakan syariah itu sendiri, tumbuh 20,3 persen sementara industri syariah tumbuh 12,4 persen,” kata Firman.

Baca Juga :   Kuartal II 2021 BTN Bukukan Laba Sebesar Rp920 miliar

Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat percaya terhadap kinerja BNI Syariah sehingga BNI syariah terus berkomitmen dalam memberikan kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi syariah dan terus mengembagkan program program yang di butuhkan masyarakat.

Firman menambahkan Laba bersih mencapai Rp416,08 Miliar atau naik 35,67 persen dibanding tahun 2017 yang tercatat Rp306,68 miliar. (Red)


Photo Credit : Direktur Utama PT BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo. TELEGRAF
Atti K.

close