Bela Israel, AS Pilih Mundur Dari Dewan HAM PBB

"Saya ingin menjelaskan bahwa mundurnya AS bukan berarti mundurnya AS dari komitmen HAM. Sebaliknya, kami melakukan ini karena kami berkomitmen tidak ingin ambil bagian dari organisasi hipokrit dan egois yang merendahkan HAM,"

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley sedang menyimak pidato dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York membahas masalah Yerusalem, 8 Desember 2017.

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley sedang menyimak pidato dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York membahas masalah Yerusalem, 8 Desember 2017. Getty Images

Bela Israel, AS Pilih Mundur Dari Dewan HAM PBB

Telegraf, Washington – Amerika Serikat mengundurkan diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB karena menganggap badan tersebut anti-Israel. Duta AS untuk PBB Nikki Haley bahkan menyebut lembaga tersebut hipokrit dan gagal menegakkan HAM.

“Saya ingin menjelaskan bahwa mundurnya AS bukan berarti mundurnya AS dari komitmen HAM. Sebaliknya, kami melakukan ini karena kami berkomitmen tidak ingin ambil bagian dari organisasi hipokrit dan egois yang merendahkan HAM,” kata Haley kepada media, Selasa di Washington. Turut hadir Menlu AS Mike Pompeo.

Sebelumnya, Haley beberapa kali menyebut organisasi PBB itu sangat bias anti-Israel. Haley kembali mengangkat tuntutan AS setahun lalu: mendesak anggota dewan untuk berhenti mengecam Israel dan menyingkirkan Venezuela, Tiongkok, dan Arab Saudi dari dewan, atau AS yang akan mundur.

Haley juga mengatakan bahwa AS akan menggunakan caranya sendiri, di luar PBB, untuk menegakkan HAM.

AS memang selalu berpihak dengan Israel sejak Dewan HAM didirikan pada 2006. Di era pemerintahan George W. Bush, AS menolak ajakan untuk bergabung dengan Dewan HAM, tetapi pemerintahan Barack Obama mengajukan keanggotaan karena berharap bisa membela Israel jika bergabung.

Direktur Eksekutif UN Watch Hillel Neuer mengatakan bahwa sejak 2006-2016, Dewan HAM mengecam Israel 68 kali, Suriah 20 kali, Myanmar 11 kali dan Korea Utara semnbilan kali. (Red)


Photo Credit : Dubes AS untuk PBB Nikki Haley sedang menyimak pidato dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York membahas masalah Yerusalem, 8 Desember 2017. Getty Images


 

Share



Komentar Anda