Beda Bank Syariah dan Bank Konvensional Serta Akadnya

"Sementara itu untuk Bank Konvensional, investasinya tidak memiliki batasan dalam berinvestasi, berdasarkan sistem bunga, dengan besaran bunga tetap dan tidak ada pengawasan Syariah"

Beda Bank Syariah dan Bank Konvensional Serta Akadnya

Telegraf, Jakarta – Perkembangan ekonomi syariah 5 tahun terakhir menunjukan perkembangan yang cukup baik, sektor industri khususnya perbankan peluangnya masih cukup besar tetapi untuk meningkatkan jalannya ekonomi syariah masih perlu adanya literasi karena masih banyak yang belum mengentahui apa perbedaan Bank syariah dan bank konvensional.

Untuk Bank Syariah hanya berinvestasi pada usaha yang halal, berdasarkan sistem bank syariah memakai sisitem bagi hasil, margin, leuntungan dan fee. Untuk imbal hasil besarannya bisa berubah ubah sesuai dengan kinerja usaha dan Bank Syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Analisa Risiko Pembiayaan PT Bank BCA Syariah Adetyas Wendiana dalam pelatihan Wartawan dengan tema “Memahami Akad Syariah dan Implementasinya” di kantornya Jatinegara, Jakarta.

“Sementara itu untuk Bank Konvensional, investasinya tidak memiliki batasan dalam berinvestasi, berdasarkan sistem bunga, dengan besaran bunga tetap dan tidak ada pengawasan Syariah,” tuturnya Kamis (12/9).

Wendi menjelaskan ada jenis akad dalam Tabungan di bank syariah yaitu akad Wadiah (titipan) contohnya tabungan Giro. “titipan disini adalah sesuatu yang diberikan oleh satu pihak ke pihak lain untuk dijaga dan di kebalikan ketika diminta kembali,” kata Wendi.

Lanjut Wendi akad kedua adalah akad Mudharabah yaitu akad kerjasama suatu usaha antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan seluruh modal usaha, sedangkan pihak mudharib bertindak selaku pengelola dan keuntungannya dibagi dua sesuai nisabah yang disepakati yang dituangkan kedalam kontrak.

Sementara itu untuk akad pada produk pembiayaan ada 4 antara lain yakni akad Murabahah, Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT), dan Mudharabah. Wendi menjelaskan akad murabahah artinya adalah jual beli. Disini pihak bank akan membeli produk contohnya rumah atau barang seperti mobil atau motor yang diinginkan oleh nasabah dan kemudian menjualnya kembali kepada nasabah, dan akad Musyarokah yaitu kerjasama dua belah pihak dimana keduanya memberikan kontribusi dengan ketentuan reiko di tanggung bersama.

Baca Juga  Premi Asuransi Individu PT Taspen Life Naik 300 Persen

Wendi menambahkan perbedaan sistem bagi hasil dan sistem bunga antara lain. Untuk item bagi hasil pada bank Syariah diambil dari pendapatan nasabah pembiayaan, porsi pembagian sesuai dengan nisabah yang disepakati bersama berlaku tetap hinga akhir masa perjanjian, jumlah pembagian hasil akan berubah rubah seauai dengan kinerja usaha dan kerugian akan ditanggu bersama.

Untuk sistem bunga di Bank Konvensional berdasarkan pada pokok pinjaman nasabah harus tinduk dengan tingkat suku bunga secara sepihak oleh bank dengan fluktuasi suku bunga di pasar uang, peberian bunga tidak bergantung pada kinerja usaha dengan permbayaran bunga tetap sesuai yang di janjikan. (Red)


Photo Credit : Pembiayaan PT Bank BCA Syariah. TELEGRAF

Bagikan Artikel



Komentar Anda