Batal Dieksekusi Tahun Ini, Pemerintah Berharap Cukai Plastik Bisa Dilaksanakan 2017

"(Pelaksanaan cukai plastik) Kita tunggu (persetujuan dari DPR). Karena ditunda-tunda ini (pembahasannya). Kita sedang menunggu waktu dari Komisi XI. Jadi pemerintah sudah siapkan semua,"

Batal Dieksekusi Tahun Ini, Pemerintah Berharap Cukai Plastik Bisa Dilaksanakan 2017


Telegraf, Jakarta – Pemerintah berharap rencana pengenaan cukai plastik bisa segera diterapkan tahun 2017, setelah batal dilakukan tahun ini karena belum dilakukan pembahasan dan persetujuan dari DPR.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, saat menghadiri pelantikan pejabat eselon I dan II di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (16/12), mengatakan pemerintah sudah mengusulkan pengenaan cukai plastik untuk tahap pertama di tahun ini. Namun hingga akhir tahun ini ternyata belum bisa dibahas dengan DPR.

“(Pelaksanaan cukai plastik) Kita tunggu (persetujuan dari DPR). Karena ditunda-tunda ini (pembahasannya). Kita sedang menunggu waktu dari Komisi XI. Jadi pemerintah sudah siapkan semua,” kata Heru.

Lebih lanjut Heru menyatakan, plastik dalam hal ini kantong plastik merupakan obyek prioritas yang akan dikenakan cukai. Selebihnya nanti baru akan dicari obyek cukai lainnya dari jenis plastik yang ada.

“Tahapannya adalah kalau sudah mendapatkan persetujuan (dari DPR), kita akan membuatkan PP-nya (Peraturan Pemerintah), setelah itu jalan (pengenaan cukai plastik dilaksanakan). Tapi ini PP-nya sudah ready. Sesegera mungkin bisa dilakukan,” ujarnya.

Heru menuturkan, kantong plastik merupakan obyek utama atau prioritas pengenaan cukai karena sebagai upaya dalam rangka pengendalian penggunaannya. Sebab dari 67% sampah itu sekitar 17% merupakan sampah plastik.

“Obyek cukai lainnya tentunya masuk dalam tahap pembahasan berikutnya. Tentunya semua tergantung dengan Komisi XI. Kalau sekarang ini sementara masih dari plastik (yang akan dikenakan cukai),” ungkapnya.

Baca Juga :   Sri Mulyani Lakukan Intercept Bagi Penanganan Covid-19

Meski demikian, Heru enggan menyebutkan seberapa besar tarif cukai plastik ini nantinya. “Nanti, kita tunggu persetujuan dari pada Komisi XI dulu. yang penting objeknya dulu. Tarifnya nanti kita coba diskusikan dulu lebih detil,” ucapnya. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close