Bank BTN  Ambil Alih Saham PNMIM

 "Tahap awal  perjanjian pembelian saham bersyarat (Condotional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu. Adapun transaksi pembelian 30 persen saham atau senilai Rp114,3 miliar tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

Bank BTN  Ambil Alih Saham PNMIM

Telegraf, Jakarta – PT  Bank Tabungan  Negara (Persero) mengambil alih kepemilikan saham  PT Permodalan Nasional Madani Invesment Managemen (PNMIM)  dengn langah awal kepemilikan 30 persen saham.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama BTN Maryono dalam konferensi pers di kantornya Jl Gajah Mada, Harmoni, Jakarta Pusat.
Maryono menjelaskan pengambilalihan  saham ini masih menunggu proses persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), adapun saham yang harus dibayarkan tahap awal adalah sebesar 114,3 miliar.
 “Tahap awal  perjanjian pembelian saham bersyarat (Condotional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu. Adapun transaksi pembelian 30 persen saham atau senilai Rp114,3 miliar tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Maryono, Jumat (17/5).
Lanjut Maryono OJK dapat memberikan persetujuan pada Juni 2019 sehingga kami bisa melanjutkan tahapan selanjutnya untuk menambah kepemilikan saham hingga sekitar 85 persen.
Sesuai rencana  bisnis bank tahun 2019-2021, perseroan berencana memiliki anak usaha dibidang managemen investasi untuk meraup pendapatan non bunga dan persiapan pengelolaan dana tabungan perumahan.
Selain itu juga dalam RUPS Tahunan juga menyetujui Bank BTN membagikan deviden sebesar 20 persen dari laba bersih tahun 2018 atau sekitar  Rp561,58 miliar. Nilai deviden per unit saham sebesar Rp53,029.
Maryono menambahkan sementara 80 persen  atau setara dengan  Rp2,24 triliun laba ditahan perseroan  yang akan di gunakan untuk ekspansi kredit, penguatan modal dan pengembangan usaha perseroan.
Diketahui total aset BTN tahun 2019 mencapai Rp306,4 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebelumnya hanya memperoleh Rp261,4 triliun. Pertumbuhan aset tersebut memcapai 17,24 persen atau berada diatas rata rata industri yang tercatat 9,21 persen year on year.  (Red)

Credit photo : Direktur Utama BTN Maryono (tengah berbatik coklat)/telegraf

Baca Juga  AMC Hadir untuk Menjawab Para Millenia Yang Tak Punya Waktu

Share



Komentar Anda