Bagaimana Memanfaatkan Media sosial Untuk Mempromosikan Film

Bagaimana Memanfaatkan Media sosial Untuk Mempromosikan Film

“Untuk mempromosikan film, kita harus tahu bedanya Marketing vs Sales, bagaimana membuat calon penonton berminat dulu baru mengubah minat tadi menjadi aksi nyata. Jadi untuk membangun image dan menciptakan awareness pada fase promosi, kalau kita mikirnya jauh, udah paham elemen apa yang mau ditonjolin sebagai unique selling point bahkan sejak proses produksinya, baik untuk film mainstream maupun independen (indie)"

Bagaimana Memanfaatkan Media sosial Untuk Mempromosikan Film


Telegraf – Ernest Prakasa salah satu sutradara yang sudah malang melintang di dunia perfilman membocorkan bagaimana promosi di media sosial. promosi adalah salah satu hal yang terpenting setelah produksi film di lakukan.

Hal itu di ungkapkan saat webinar yang diadakan oleh Samsung dalam kegiatan Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie Studio 2020 (GMS 2020) dalam kolaborasinya bersama Festival Film Indonesia (FFI), Kamis (13/11).

“Untuk mempromosikan film, kita harus tahu bedanya Marketing vs Sales, bagaimana membuat calon penonton berminat dulu baru mengubah minat tadi menjadi aksi nyata. Jadi untuk membangun image dan menciptakan awareness pada fase promosi, kalau kita mikirnya jauh, udah paham elemen apa yang mau ditonjolin sebagai unique selling point bahkan sejak proses produksinya, baik untuk film mainstream maupun independen (indie),” ungkapnya.

Lanjut Ernest walaupun kita berada di era digital, offline activation sama pentingnya dengan promosi online, karena kedua hal ini bisa saling berkaitan dan pengalaman yang dirasakan lebih ‘kaya’. Tentunya, berkomunikasi secara digital bisa terjadi lebih cepat dan live. Promosi media sosial bisa dieksplor kontennya dan dengan cara sekreatif mungkin, yang penting konsepnya harus direncanakan dengan baik dari seawal mungkin.

Di era digital ini untuk mempromosikan lebih gampang apalagi sudah tersedia alat yang lumayan sangat membantu seperti Samsung Galaxy Note20 series sudah sangat nyaman digunakan untuk mempersiapkan perencanaan materi promosi sedari awal, juga untuk ilustrasi dan corat-coret seperti di atas kertas.

“Salah satu fitur di Galaxy Note20 Series yang paling berkesan buat saya, saat merekam video, kita bisa switch kamera di tengah-tengah proses merekam. Jadi, kita bisa ganti lensa depan ke belakang secara seamless dengan kualitas yang maksimal. Fitur ini bisa digunakan untuk merekam apapun di area shooting yang nantinya bisa menghasilkan footage behind-the-scene berkualitas tinggi untuk materi promosi yang menarik,” kata Ernest.

Di kesempatan yang sama Taufiq Furqan, Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronic Indonesia, juga memberikan beberapa tips dalam memanfaatkan Samsung Galaxy Note20 series sebagai tool pembuatan materi promosi, agar lebih maksimal.

“Dengan fitur single-take, bisa digunakan untuk materi promosi karena dalam satu kali take dapat menghasilkan video, gif, hingga gambar dengan dan tanpa filter sekaligus. Sehingga secara efisiensi waktu bisa lebih praktis dengan satu perangkat tanpa mengorbankan kualitas gambar,” Taufiq menambahkan.

Ernes menutup dalam kondisi pandemi seperti saat iniyang mengharuskan di rumah saja, media sosial menjadi sarana paling efektif dalam melakukan promosi terhadap film. Tantangannya adalah, bagaimana kita dapat mengemas materi promosi film tersebut semenarik mungkin dalam waktu yang cukup singkat dan terbatas. Ernest menjelaskan bagaimanapun cara promosinya, hal yang paling esensial adalah kontennya itu sendiri. Pada akhirnya, cara marketing yang paling jitu dan akan secara otomatis berjalan sendiri adalah word of mouth atau cerita dari mulut ke mulut, dan ini dapat tercipta dari konten yang bagus. (AK)


Credit photo : Ernest Prakasa salah satu sutradara kenamaan di Indonesia (kanan atas)/Doc /Ist


 

Atti K.

close