Asah Kreativitas Dengan Mengikuti Ajang KRAR dari PP-IPTEK

"Banyak juga karena keberuntungan, dan ukuran airnya. Tekanan pompanya serta ketingainnya, dan sayapnya. Kalau sayapnya nempelnya miring dia akan miring juga. Untuk air harus pas juga tadi diisi 450 mili liter untuk ketinggiannya 45 derajat"

Asah Kreativitas Dengan Mengikuti Ajang KRAR dari PP-IPTEK

Telegraf, Jakarta – Faktor keberuntungan lebih besar, untuk tekniknya pengisian air, ketinggian, dan tekanan pompa, dan pemasangan sayap jarus seimbang, kalau tidak akan mempengaruhi roket dalam mendarat.

Hal itu diungkapkan oleh Miranti Puspa (12), salah satu peserta Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) yang diselenggarakan Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dari SMP Ananda Bekasi usai meluncurkan Roketnya dan masuk dalam titik sasaran walaupun belum tepat di titik sasaran.

“Banyak juga karena keberuntungan, dan ukuran airnya. Tekanan pompanya serta ketingainnya, dan sayapnya. Kalau sayapnya nempelnya miring dia akan miring juga. Untuk air harus pas juga tadi diisi 450 mili liter untuk ketinggiannya 45 derajat, ” tutur Miranti, Di Jakarta, Minggu (8/9).

Mirati mengatakan sudah sedikit persiapan sebelumnya berlatih dengan temen temen yang ikut dari sekolah, dan harapannya nanti bisa menang masuk ke Regional. Ia mengungkapkan, mengikuti Kopetisi Roket Air adalah salah satu mengasah kreatviitas  dan menambah pengalaman.

Untuk penilaian dalam kompetisi tersebut ada 2 sesi, antara lain kompetisi peluncuran sesi 1 berdasarkan zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 50 meter. Esok harinya pada tanggal 8 September 2019, peserta melakukan peluncuran roket air sesi 2. Penilaian akan diambil jarak yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2.

Dari 402 peserta yang mengikuti kompetisi PP IPTEK telah memilih 3 juara utama dan 3 juara harapan. Mereka adalah, Granada Andalusia H, dari SMAN 90 Jakarta sebagai juara 1 dengan skor 0, 09, lalu Syauqi Najla Khonza S, dari SMP Quran Assalam sebagai juara 2 dengan skor 0,11 dan Syahrozad Zalfa Nadia, dari MTs Pembangunan UIN sebagai juara 3 dengan skor 0,39.

Sementara untuk juara harapan 1 diraih oleh Luthfi Dwi Andika, siswa MTsN 3 Bogor dengan skor 0,62, harapan 2 diraih oleh Maximus Uzia G dari SMP Tunas Agung Tangerang dengan skor 0,97, dan harapan 3 diraih oleh Syahla Pridehan dari SMP Kosgoro Bogor dengan skor 1,90.

Diketahui kegiatan KRAR selain dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan Banten juga diselenggarakan di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Kegiatan KRAR di wilayah lainnya diselenggarakan oleh science center di masing-masing wilayah. Perwakilan pemenang terbaik dari masing-masing wilayah akan berkumpul dalam Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 27–30 September 2019 di PP-IPTEK, Jakarta.

PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran IPTEK bagi masyarakat, khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara. Selain kegiatan roket air masih banyak lagi peragaan dan program sains yang disajikan oleh PP-IPTEK kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan iptek masyarakat. (Red)


Photo Credit : Salah satu peserta sedang bersiap meluncurkan Roket Air saat kompetisi Minggu (8/9) di TMII, Jakarta. TELEGRAF

Bagikan Artikel



Komentar Anda