Ara: Ideologi Kita Pancasila Kita Tidak Bisa Bermusyawarah Dengan Yang Radikal

Ara: Ideologi Kita Pancasila Kita Tidak Bisa Bermusyawarah Dengan Yang Radikal

“Kita tidak bisa lagi bermusyawarah dengan yang radikal. Ideologi negara, yaitu Pancasila hanya bisa menang kalau didukung oleh figur-figur dan institusi kuat dan konsisten dengan Pancasila,”

Ara: Ideologi Kita Pancasila Kita Tidak Bisa Bermusyawarah Dengan Yang Radikal


Telegraf, Bandung– Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait turut mengobarkan semangat menjaga dan merawat Pancasila kepada mahasiswa Bandung dalam memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada Jumat (01/06/18). Dikatakan, merawat Pancasila merupakan tugas bersama seluruh anak bangsa agar Indonesia ini tetap berdiri kuat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ara sapaan Maruarar Sirait yang hadir sebagai pembicara dalam seminar bertema “Kita dan Pancasila” di Universitas Kristen Maranatha, Bandung Jawa Barat, Jumat (01/06/18). Hadir sebagai pembicara dalam seminar itu adalah Rektor Universitas Kristen Maranatha Bandung Armein ZR Langie dan Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haedari. Selain itu, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung hadir dalam seminar tersebut.

Ara meminta mahasiswa dan generasi muda berperan aktif merawat Pancasila. Menurutnya, menjaga Pancasila harus dimulai dari hal terkecil dan bahkan dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

“Kalau yang mendukung Pancasila diam di rumah, pasti tidak punya kekuatan dan tidak percaya diri bahwa kita pemilik sah republik ini,” ujar Ketua Umum Taruna Merah Putih itu, yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir, seperti dilansir dari SP.

Ara pun berharap agar para mahasiswa setelah lulus kuliah tetap konsisten dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, bila sudah jadi pejabat publik, anggota DPR, bupati, wali kota, maupun gubernur harus berani bilang tidak kepada korupsi.

Pancasila, kata Ara, jangan menjadi eksklusif karena harus menjadi milik semua agama, suku, dan partai yang ada di Indonesia. Sehingga, dia meminta seluruh rakyat Indonesia ikut menjaga dan merawat Pancasila. Menurutnya, bangsa merindukan banyak contoh keteladanan dalam pengamalan Pancasila. Tokoh itu tidak bisa lahir tiba-tiba tetapi harus dari suatu proses, baik proses pendidikan dan pembentukan pertarungan karakter melalui pertarungan yang kuat dan benar.

Ara yang dikenal banyak melakukan kegiatan antiterorisme dan radikalisme di kalangan anak muda melalui pendekatan seni, budaya, dan keagamaan itu menekankan, pemahaman Pancasila harus lebih kepada keteladanan. Sehingga, keteladanan itu menjadi magnet positif untuk diikuti oleh publik Indonesia.

Oleh karena itu, tegas dia, bangsa ini tidak bisa mundur dan tidak bisa bermusyawarah dengan yang melawan Pancasila.

“Kita tidak bisa lagi bermusyawarah dengan yang radikal. Ideologi negara, yaitu Pancasila hanya bisa menang kalau didukung oleh figur-figur dan institusi kuat dan konsisten dengan Pancasila,” katanya. (Red)


Photo Credit : Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait. Helmi Fithriansyah

KBI Telegraf

close