Aplikasi Teknologi Nuklir Indonesia Dipercaya Sebagai Collaborating Centre

"Tugasnya dari collaborating IAIE adalah semacam HUBnya, HUB Badan Tenaga Atom Internasional kalau seseorang ingin belajar terkait teknologi nuklir utamanya dengan pemuliaan tanaman mengunakan radiasi maka tidak harus pergi ke negara Eropa seperti di Wina"

Aplikasi Teknologi Nuklir Indonesia Dipercaya Sebagai Collaborating Centre

Telegraf, Jakarta – Melalui aplikasi teknologi nuklir, Indonesia telah menghasilkan banyak varietas unggul mutan tanaman penting seperti padi, kedelai, sorgum, kacang hijau, kacang tanah, kapas, dan gandum tropis.

Keberhasilan ini membuat Indonesia melalui Tenaga Nulir Nasional (BATAN) sebagai tempat tujuan pelatihan internasional bagi peneliti di bidang pemuliaan mutasi tanaman, dimana BATAN menjadi collaborating centre di bidang plant mutation breeding yang telah ditetapkan International Atomic Energy Agency (IAEA) beberapa tahun yang lalu

“Kesuksesan BATAN yang telah melepas banyak varietas unggul mutan tanaman, kini menjadi perhatian khusus dalam mempromosikan penggunaan teknologi nuklir bagi kesejahteraan masyarakat di berbagai kalangan seperti petani, pejabat pemerintah, pelajar/mahasiswa dan akademisi,” ungkap Totti Tjiptosumirat Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) di kantornya Jakarta Selatan.

Totti menjelaskan selama ini varietas unggul yang di hasilkan telah disebarluaskan dan ditanam oleh masyarakat petani dan telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan produksi dan ketahanan pangan Indonesia.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menambahkan collaborating centre disini adalah sebagai HUB sehingga seseorang yang mau belajar mengenai teknologi khususnya pemuliaan tanaman tidak harus pergi ke Eropa, khususnya negara di Asia Pasifik.

“Tugasnya dari collaborating IAIE adalah semacam HUBnya, HUB Badan Tenaga Atom Internasional kalau seseorang ingin belajar terkait teknologi nuklir utamanya dengan pemuliaan tanaman mengunakan radiasi maka tidak harus pergi ke negara Eropa seperti di Wina,” tuturnya Senin (9/7).

Djarot mengatakan dalam satu tahun akan ada prgram Training Cosh tapi juga beberapa program dimana orang (dari Luar Negeri) datang ke Indonesia, dan sekarang dari Tanzania, yang mengikuti pelatihan tersebut.

Adapun jumlah negara yang telah mengikuti pelatihan di BATAN antara lain, Bangladesh, Burkina Faso, Cambodia, China, India, Korea Selatan, LAO P.D.R, Madagascar, Malaysia, Mongolia, Mozambique, Myanmar, Namibia, Nepal, Pakistan, Philipina, Sri Lanka, Tanzania dan Vietnam.

Sementara pelatihan kali ini dihadiri oleh 14 negara dari kawasan Asia Pasifik yakni, Bangladesh, China, India, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Tanzania. (Red)


Credit photo: Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto saat memberikan keterangan dalam konfrensi pers/telegraf


Share