APEDI Optimalkan Dana Desa Melalui Pendampingan dari Hulu Hingga Hilir

APEDI Optimalkan Dana Desa Melalui Pendampingan dari Hulu Hingga Hilir

Telegraf, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Daerah Indonesia (APEDI) melihat realita yang ada terkait kemiskinan di Indonesia berada pada tingkat desa, dengan tujuan mensejahterakan masyarakat. APEDI lakukan suporting (pendampingan) dalam memaksimalkan dana desa melalui lima kegiatan dari hulu hingga hilir dan bekerjasama  dengan Badan usaha milik desa (Bumdes).

“Lima kegiatan tersebut antar lain pertama asistensi, kedua pelatihan & pendampingan, ketiga kerjasama usaha/kemitraan dan investasi
dengan menganut prinsip-prinsip berusaha yang saling menguntungkan, saling melengkapi (komplementer), setara, dan adil proporsional, ke empat penelitian dan pengembangan potensi ekonomi desa, dan ke lima melkukan monitoring dan evaluasi (monev) serta supervisi lembaga-lembaga penggerak ekonomi di perdesaan,” ungkap Presiden APEDI Muhammad Irfan di sela sela deklarasi nasional APEDI di Jakarta, Kamis (30/1).

Irfan mengungkapkan sebagai organisasi yang independen non-politik, APEDI terpanggil meningkatkan kontribusinya di dalam membangun ekonomi masyarakat di perdesaan.

Lanjutnya peran para pelaku usaha sebagai bagian dari pilar pelaku ekonomi apabila sungguh-sungguh mengemban amanah Pancasila dan UUD 1945 terutama amanah untuk mewujudkan sila ke 5 dari Pancalisa yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Irfan juga mengatakan dengan memasuki perkembangan 4.0 diharapkan di desa-desa juga memanfaatkan industri 4.0 tersebut sebagaimana tuntutan perkembangan kebutuhan agar bisa terintegrasi dengan perkembangan yang ada bermitra dengan pemerintah dan stakeholder hingga pusat sampai daerah.

“Pemanfaatan industri 4.0 di wilayah perdesaan, diharapkan dapat mewujudkan 1. desa-desa yang mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing di pasar domestik dan pasar internasional, (2) desa yang memiliki lembaga sosial-ekonomi-budaya yang aktif (DESA sebagai SUBYEK pembangunan Indonesia), (3) desa yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dan keswadayaan masyarakat yang tinggi di dalam berproduksi dan melibatkan peran serta masyarakatnya secara aktif di dalam setiap mata rantai produksi produk desa, (4) desa yang mampu menghasilkan PAD desa, sehingga cita-cita Pemerintah untuk membangun Indonesia dari wilayah pinggiran, betul-betul menjadi fakta, dan hasil-hasil pembangunan tersebut betul-betul dinikmati oleh masyarakat di perdesaan secara merata,” kata Irfan.

Baca Juga :   Tantangan Kebebasan Pers Harus di Jawab Bersama Semua Pihak

Hadir dalam agenda tersebut Bupati Oku Timur HM. Kholid MD, Conrad Hendarto Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah, Kementrian Desa dan Transmigrasi dan perwakilan APEDI seluruh Indonesia.

Conrad Hendarto mengatakan semangat dari APEDI luar biasa bahwa didaerah banyak potensi yang dapat digali yang belum terangangkat, bersama pengusaha pengusaha desa untuk membangun desa melalui visinya yaitu merajut desa membangun bangsa.

“Potensi yang bagus didaerah kadang kadang tidak terekspos dan tidak terangkat tetapi dengan adanya APEDI satu pelung dengan bersama sama di seluruh daerah di Indonesia dengan jaringan desa online (Jadul),” kata Conrad. (Red)


Photo Kredit : Presiden APEDI Muhammad Irfan (ki) mendamping Conrad Hendarto (ka) Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah, Kementrian Desa dan Transmigrasi disela sela Deklarasi Nasional APEDI di Jakarta, Kamis (30/1)/TELEGRAF


Tanggapi Artikel