Apartemen Alih Fungsi Hunian, Kok Bisa?

"Kalau memang dugaan ini menyalahi aturan, apartemen disewakan per hari ke masyarakat. Dampak, merugikan pemerintah terkait pajak, selain itu pun merugikan pasar hotel yang ada di Karawang,"

Apartemen Alih Fungsi Hunian, Kok Bisa?

Telegraf, Karawang – Taufik Ismail, Anggota DPRD Karawang atau yang biasa di sapa Kang Pipik angkat bicara terkait dugaan alih fungsi apartemen Grand Sentraland Karawang (GSK) jika ada bukti menyalahi fungsi atau penggunaan dari hunian menjadi penginapan atau hotel.

“Kalau memang menyalahi aturan. Seperti yang terlihat dalam ‘postingan agen sewa per hari dalam aplikasi online ternama. Mengingat persyaratan untuk hotel berbeda dengan apartemen. Perbedaan utama apartemen seharusnya merupakan hunian tetap sedangkan hotel hunian sementara. Dan juga bangunan yang di fungsikan sebagai hotel wajib memenuhi syarat tertentu dan persyaratan operasional. Kalo pun memang dugaan ini benar, apartemen yang bersangkutan harus segera di tindak lanjuti,” katanya.

“Tindakan tegas itu perlu, kalo memang ada terusan dari instansi terkait, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) dan PTSP (Perizinan Terpadu Satu Pintu) Karawang, yang menjelaskan telah terjadi pasal pengalihan fungsi hunian dari apartemen menjadi hotel,” tambahnya.

Selaku DPRD Karawang, Kang Pipik meminta Pemkab Karawang mengecek keberadaan apartemen tersebut. Sidak dirasa perlu terkait dugaan apartemen yang menyalahi fungsi maupun penggunaan hunian menjadi penginapan atau hotel.

“Kalau memang dugaan ini menyalahi aturan, apartemen disewakan per hari ke masyarakat. Dampak, merugikan pemerintah terkait pajak, selain itu pun merugikan pasar hotel yang ada di Karawang,” bebernya.

Selain itu, saat Telegraf.co.id mengkonfirmasi via telepon menanyakan kebenarannya kepada Grand Sentraland Karawang, terkait mengalihkan fungsi apartemen dari hunian jadi penginapan atau hotel, pihaknya belum bisa memberikan keterangan. (ris/red)


Photo Credit : Ilustarasi Apartemen. FILE/DOK/IST. PHOTO



Komentar Anda