Apakah Trust Menjadi Salahsatu Penyebab Rendahnya Wakaf di Indonesia

"Minggu yang lalu saya diundang Gubernur Riau, beliau mengumpulkan semua Bupati dan Walikota untuk program wakaf dan Gubernur Riau menceritakan sehari sebelum hari H kedatangan Menteri Wakaf Saudi Arabia dan menginformasikan bahwa orang Indonesia banyak yang berwakaf di Saudi dengan wakaf Cash nilainya mencapai milyaran real, artinya niat berwakaf orang indoneaisa luar biasa tetapi belum semasif di indonesia ini kenapa? Kebali itu trust"

Apakah Trust Menjadi Salahsatu Penyebab Rendahnya Wakaf di Indonesia

Telegraf, Jakarta – Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI)
Potensi wakaf mencapai Rp2.000 triliun dengan luas tanah wakaf sebanyak 420 hektar, tetapi realisasinya hingga saat ini baru mencapai Rp400 miliar dan untuk wakaf tanah baru mencapai 161.579 hektar yang tersebar di 366.595 lokasi.

“Minggu yang lalu saya diundang Gubernur Riau, beliau mengumpulkan semua Bupati dan Walikota untuk program wakaf dan Gubernur Riau menceritakan sehari sebelum hari H kedatangan Menteri Wakaf Saudi Arabia dan menginformasikan bahwa orang Indonesia banyak yang berwakaf di Saudi dengan wakaf Cash nilainya mencapai milyaran real, artinya niat berwakaf orang indoneaisa luar biasa tetapi belum semasif di indonesia ini kenapa? Kebali itu trust,” ungkap Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan (Cash Wakaf Linked Sukuk) dalam diakuai dan konprensi pers dengan tema Potensi Ekonomi Wakaf dalam Ekosiatem Ekonomi Syariah Indonesia di Jakarta.

Dwi mengungkapkan untuk hal tersebut pemerintah mendukung dengan mengeluarkan Cash Wakaf Linked Sukuk yaitu menjembatani antara orang orang yang ingin berwakaf tetapi belum mendapatkan nazir yang di percaya.

“Karena wakaf harus produktif dan aman, untuk itu diberikan sukuk dan imbalannya itu bisa langsung disalurkan melalui Nazir yaitu ke BWI, mengapa BWI karena saat ini BWI adalah satu-satunya Nazir yang masih bebas pajak sehingga nanti hasilnya akan lebih maksimal,” tutur Dwi.

Lanjut Dwi untuk mewadahi wakaf sukuk pemerintah munurunkan private placement yang dulu sekitar 250 miliar sekarang menjadi 50 miliar.

Masih kecilnya realisasi wakaf di Indonesia kemungkinan dikarenakan trust, kurangnya soaialisasi dan edukasi terkait wakaf, serta masih kurangnya atau rendahnya pertumbuhan enterpreneur yang dapat membantu dalam pengembangan wakaf produktif.

Baca Juga  Premi Asuransi Individu PT Taspen Life Naik 300 Persen

Dwi mengusulkan bahwa untuk membuat sosialisasi melalui sosial media, agar lebih cepat naik menggandeng publik figure, “sekarang inikan banyak publik figure sedang berhijrah,” tegas Dwi. (Red)


Credit Photo : Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan (Cash Wakaf Linked Sukuk) didampingi , Ahmad Juwaini, Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) saat menghadirkan kemudahan layanan wakaf digital melalui tabunganwakaf.com (tengah ki-ka)/TELEGRAF


Bagikan Artikel



Komentar Anda