Antasari Anggap JK Adalah Sahabat Yang Setia, Selalu Suport Waktu Saya Dipenjara

"Saya menganggap pak JK itu sebagai sahabat. Beliau selalu beri support saat saya di dalam (penjara). Tapi saya ke sana bukan untuk membahas soal itu, hanya silahturahmi saja,"

Antasari Anggap JK Adalah Sahabat Yang Setia, Selalu Suport Waktu Saya Dipenjara

Telegraf, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku telah mengucapkan selamat kepada Antasari Azhar yang mendapatkan pembebasan bersyarat tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November kemarin. Hanya saja, diakuinya bahwa ucapan tersebut baru disampaikan melalui sambungan telepon.

“Saya sudah bicara per telepon (dengan Antasari), ucapkan selamat saja,” kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (11/11).

Tetapi, JK menegaskan tidak terlalu tahu mengenai kasus pembunuhan yang membuat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menjalani hukuman selama lebih dari tujuh tahun penjara.

“Saya kira dia (Antasari) tidak mengatakan seperti itu. Dia hanya mengapresiasi hubungan persahabatan saya. Soal kronologi beliau lah lebih tahu dibandingkan saya,” jelas JK.

Seperti diketahui, Antasari yang dijatuhi hukuman 18 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasruddin Zulkarnaen, mendapatkan remisi 53 bulan 20 hingga akhirnya bebas bersyarat, pada 10 Nopember kemarin.

Remisi diberikan karena mantan Ketua lembaga antirasuah tersebut dianggap telah memenuhi sebagian masa tahanannya, berkelakuan baik dan tidak pernah memiliki catatan buruk selama di dalam tahanan maupun saat proses asimilasi.

Kemudian, usai menghirup udara bebas, Antasari sempat menyebut bahwa JK adalah sahabatnya yang selalu memberikan dukungan selama dirinya dalam penjara. Oleh karena itu, salah satu hal yang ingin dilakukannya adalah bertemu dengan JK.

“Saya menganggap pak JK itu sebagai sahabat. Beliau selalu beri support saat saya di dalam (penjara). Tapi saya ke sana bukan untuk membahas soal itu, hanya silahturahmi saja,” kata Antasari sebagaimana diberitakan.

Seperti diketahui, Antasari dijatuhi hukuman 18 tahun penjara oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang diketuai oleh Herri Swantoro pada tanggal 11 Februari 2010, karena, terbukti turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Dirut PT PRB, Nasruddin Zulkarnaen bersama-sama dengan mantan Kapolres Jakarta Selatan, Williardi Zulkarnaen, pengusaha Sigit Haryo Wibisono dan Jerry Hermawan Lo.

Putusan PN Jakarta selatan tersebut, kemudian dikuatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI dalam tingkat banding. Sehingga, Antasari tetap harus menjalani hukuman 18 tahun penjara.

Hanya saja, dalam putusan tanggal 17 Juni 2010 tesebut, Majelis Hakim PT DKI mengatakan kualifikasi Antasari bukan turut serta melainkan lebih tepat sebagai penganjur dalam pembunuhan berencana tersebut.

Kemudian, Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya menolak kasasi yang diajukan oleh pihak Antasari dan juga pihak jaksa. Sebaliknya, Majelis Kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkotsar, Mugihardjo dan Suryadjaja mengatakan terbukti ada kerjasama antara Antasari dan terpidana lainnya, yaitu Williardi Wizard, Sigit Haryo Wibisono dan Jerry Hermawan Lo terkait pembunuhan Dirut PT PRB, Nasruddin Zulkarnaen. Sehingga, Antasari tetap harus menjalani hukuman 18 tahun penjara. (Red)

Foto : Antasari Azhar pada saat saat melangkahkan kaki keluar lapas kelas IA Tangerang. | Antara Photo/Lucky R.

KBI Telegraf

close