Anies Tak Kehilangan Panggung di Pilkada 2024

Anies Tak Kehilangan Panggung di Pilkada 2024

“Kalau Anies mau maju lagi pada Pilgub DKI 2024, tunjukkan saja kinerja selama sisa masa jabatannya. Kalau boleh sampai 2022, janji politiknya diwujudkan bahkan melebihi. Respons publik akan luar biasa. Bisa enggak Anies tinggalkan legacy itu?,”

Anies Tak Kehilangan Panggung di Pilkada 2024


Telegraf – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta akan digelar pada November 2024 mendatang. Hal itu sesuai Undang-Undang (UU) 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Gubernur DKI, Anies Baswedan disebut tidak akan kehilangan “panggung”.

“Masih ada panggung untuk Anies dalam konteks dukungan politik dan masyarakat,” kata Pakar komunikasi dari Pelita Harapan, Emrus Sihombing, Senin (08/02/2021).

Sekadar untuk diketahui, bahwa masa jabatan Anies sebagai gubernur DKI akan berakhir pada 2022 mendatang. Belakangan, muncul wacana agar Pilgub DKI tetap dilaksanakan pada 2022. Hal itu sesuai draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang turut mengubah sebagian pasal dalam UU 10/2016.

Akan tetapi, fraksi-fraksi partai politik (parpol) di DPR menolak untuk membahas RUU Pemilu. Dengan begitu, Pilgub DKI dan sejumlah daerah lainnya yang masa jabatan kepala daerahnya habis pada 2022 dan 2023, tidak mengalami perubahan sebagaimana UU 10/2016 yakni pada 2024.

“Kalau Anies mau maju lagi pada Pilgub DKI 2024, tunjukkan saja kinerja selama sisa masa jabatannya. Kalau boleh sampai 2022, janji politiknya diwujudkan bahkan melebihi. Respons publik akan luar biasa. Bisa enggak Anies tinggalkan legacy itu?,” ungkapnya.

Emrus juga mendorong Anies agar tidak masuk parpol.

“Saya sarankan beliau tidak masuk partai, tetapi harus punya relasi. Masyarakat akan lihat konsistensi Anies dalam garis perjuangan politiknya yang berada di luar partai,” imbuhnya.

Menurut Emrus, Anies bisa saja membentuk organisasi masyarakat (ormas) yang bersifat sosial. Misalnya, ormas yang membantu masyarakat dari sudut pelayanan publik.

“Ini contoh saja. Karena pernah menjadi kepala daerah, bisa enggak Anies bentuk organisasi yang bantu masyarakat dalam hal ada pelayanan publik tidak optimal. Organisasinya dari Sabang sampai Merauke, dibuat di kabupaten/kota. Ini dahsyat jika dijalankan,” tandasnya.


Photo Credit : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA /M Agung Rajasa

 

A. Chandra S.

close