Anies Baswedan Berharap Ada Dialog Pada Debat Calon Kandidat Gubernur DKI

"Karena itulah saya berharap formatnya dialog. Sehingga bisa follow up pertanyaan. Kalau nggak ada follow up, nanti normatif terus (jawabannya),"

Anies Baswedan Berharap Ada Dialog Pada Debat Calon Kandidat Gubernur DKI


Telegraf, Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan mengatakan tak ada persiapan khusus menjelang debat kandidat yang akan diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta, Jumat (13/1) pekan depan.

Anies berkata, persiapan yang ia lakukan hanya banyak belajar, membaca dan berdiskusi terkait persoalan di Jakarta. Ia pun mengklaim siap ditanya apapun, baik moderator maupun pasangan calon lainnya.

“Saya bayangkan semuanya sudah menyiapkan pertanyaan buat saya. Saya juga siap ditanyakan apa saja,” ujar Anies di Jakarta Utara, Kamis (5/1).

Anies tak mempersoalkan beragam jenis pertanyaan yang nantinya akan disampaikan saat debat. Akan tetapi, menurutnya yang lebih penting adalah debat kandidat akan berlangsung interaktif sehingga ada dialog yang terbangun.

“Karena itulah saya berharap formatnya dialog. Sehingga bisa follow up pertanyaan. Kalau nggak ada follow up, nanti normatif terus (jawabannya),” kata Anies.

Anies berpendapat, saling lontar pertanyaan akan baik untuk dapat mendalami program atau karakter masing-masing pasangan calon.

Menurut Anies, hal ini agar warga Jakarta dapat menilai dan membandingkan kapasitas ketiga pasangan calon yang berdebat.

“Karena di debat itu menunjukkan respons. Bukan sekedar jawabannya, bukan hanya respons saat menghadapi pertanyaan,” katanya.

Untuk itu, Anies berharap agar moderator ataupun panelis yang memandu debat dapat menjaga integritasnya. Sebab, hal ini akan berpengaruh pada jawaban yang terlontar dari setiap pasangan calon.

Ia pun mengaku telah mengevaluasi dua kali debat kandidat yang diadakan dua televisi swasta bersama timnya. Secara umum Anies berkata, persoalan waktu berbicara agar bisa lebih efektif saat debat kandidat yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta.

KPU DKI Jakarta sendiri akan menyelenggarakan tiga kali debat kandidat yang akan berlangsung di bulan Januari dan Februari.

Edisi perdana debat ini akan dimulai Jumat pekan depan, dan selanjutnya diselenggarakan pada 27 Januari dan 10 Februari atau sehari sebelum masa kampanye Pilkada DKI Jakarta berakhir. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close