Aman Abdurrahman Divonis Mati, Diharapkan Bisa Memutus Rantai Terorisme

"Mengadili Aman Abdurrahman tebukti sah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada Aman Abdurahman dengan pidana mati,"

Aman Abdurrahman Divonis Mati, Diharapkan Bisa Memutus Rantai Terorisme

Telegraf, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman. Aman dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana kasus terorisme di Indonesia.

Setelah mendengar putusan Majelis Hakim itu, Aman pun tampak tertunduk lesu saat duduk di kursi pesakitan ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Terpantau, Aman sesekali menundukkan kepalanya setelah mendengar putusan Hakim.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini menjatuhkan vonis sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni hukuman mati.

“Mengadili Aman Abdurrahman tebukti sah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada Aman Abdurahman dengan pidana mati,” kata Akhmad Jaini dalam putusannya beserta empat anggota Hakim lainnya.

Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Kemunculan Sel-Sel Teroris Akan Terputus

Setelah terdakwa teroris Oman Rachman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman divonis hukuman mati, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto berharap tidak muncul sel-sel baru pengganti pemimpin Jemaah Ansharut Daulah (JAD) serta akan memutus jaringan terorisme di tanah air.

“Mudah-mudahan gak ada (pengganti Aman), tapi pasti adalah akan muncul terus, tapi teman Densus mengawasinya,” kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jumat malam (22/06/18).

Namun, bukan berarti pihak kepolisian lengah terhadap pengawasan. Saat ini, ia mengaku telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan pengelola platform media sosial guna terus melakukan upaya pemblokiran terhadap situs-situs yang berpotensi menyebarkan paham radikalisme. Hal itu diharapkan dapat meminimalisasi ruang bagi calon-calon teroris.

Baca Juga  Perlunya Perubahan UU SJSN dan UU BPJS atau Hanya Dengan Amandemen

Setyo pun menambahkan bahwa Kapolri telah memerintahkan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan antisipasi setelah vonis hukuman mati yang dijatuhkan kepada Aman. Instruksi yang disampaikan oleh Kapolri berupa pembentukan dan penguatan satuan tugas anti teror di setiap kepolisian daerah.

Satuan tugas juga dimaksudkan untuk memantau setiap pergerakan dari JAD dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

“Jadi teman-teman yg ada di wilayah ini kerja sama dengan Tim Densus 88, karena Densus yang punya datanya kemudian mereka bersinergi mengawasi yang ada di wilayah,” katanya. (Red)


Photo Credit : Pemimpin Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman. REUTERS/Darren Whitesade

Share