Akulaku Gelontorkan Dana Rp 1,5 triliun Setiap Bulannya

Penyaluran tahun tahun lalu 2018 adalah Rp9,8 triliun, dan targetnya 2-3 kali lipat di tahun ini, dari Januari sampai Bulan Juni ini kita menjalurkan Rp1,5 triliun per bulan total sudah sekitar Rp9 triliun sampai Juni kemarin"

Akulaku Gelontorkan Dana Rp 1,5 triliun Setiap Bulannya

Telegraf, Jakarta – Akulaku salah satu platform penyedia kredit virtual yang menjediakan layanan kredit multiguna yang dibilang masih cukup muda (3 tahun) telah mampu menyalurkan dana sebesar Rp1,5 triliun setiap bulannya.

Hal itu diungkapkan Angie Setia Ariningsih Director of Corporate Afairs dan Public Relations Akulaku Indoneaia usai konfrensi pers Kompetisi Jurnalistik Fintech guna tingkatkan keuangan di Indoneaia, di Jakarta.

“Penyaluran tahun tahun lalu 2018 adalah Rp9,8 triliun, dan targetnya 2-3 kali lipat di tahun ini, dari Januari sampai Bulan Juni ini kita menjalurkan Rp1,5 triliun per bulan total sudah sekitar Rp9 triliun sampai Juni kemarin,” ungkap Anggie, Senin (1/7).

Anggi mengatakan hingga saat ini masih fokus pada penyaluran consumer yang konsumtif dengan perbandingan 80 persen dan untuk produktif 20 persen.”Kita akan coba pelan pelan,” kata Anggi.

Angii menjelaskan dalam metigasi resiko di loan produktif sebenernya banyak tantangannya karena banyak yang bisa dilakukan, “sebenernya 11-12 dengan konsumtif, kalau untuk yang konsumtifkan yang dipastikan orangnya. Sementara yang produktif, ya orangnya ya juga bisnisnya, dan tidak itu saja banyak yang harus diambil seperti bisnisnya jalan atau tidak,” jelasnya.

Lanjut Anggi, untuk ijin dan terdaftar, sebetulnya yang berijin adalah asetku karena asetku adalah platform yang berafiliasi dengan akulaku masih dalam proses perijinan.

“Kalau yg terdaftar dan berijin itu harusnya asetku, karena asetku adalah platform yang berafiliasi dengan akulaku. Proseanya sampai mana inikan panjang prosesnya kami dikasih waktu sampai 1 tahun dan kami sudah beroperasi dari tahun lalu bulan desember, dan Desember 2018. Jadi tahun ini kami harus memastikan permohonan proses perijinan,”

Anggi mengaku terus belajar dan berbicara dwngan asosiasi dan pemerontah bagaimana meminimalisir resikonya. “Saya kira bukan akulaku saja melainkan platform lainpun demikian ungkapnya. (Red)

Baca Juga  Premi Asuransi Individu PT Taspen Life Naik 300 Persen

Credit Photo : Angie Setia Ariningsih Director of Corporate Afairs dan Public Relations Akulaku Indoneaia/telegraf


Bagikan Artikel



Komentar Anda