Telegraf, Moscow – Hubungan Rusia dan Amerika Serikat tampaknya akan sangat dekat di era pemerintahan Presiden Donald Trump. Tanda-tanda ini terlihat dari sejumlah aksi yang dilakukan Trump terhadap Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya berbicara lewat telefon dengan Presiden Trump sejak sang miliuner menggantikan Barack Obama. Dalam pembicaraan pertama tersebut, kedua kepala negara tampak sangat akrab.

Pembicaraan mereka pun berlangsung cukup lama, hampir satu jam. Adapun agenda yang dibahas Trump dan Putin adalah soal strategi penumpasan ISIS dan penguatan ekonomi kedua negara. Dalam pembicaraan selama 60 menit tersebut, otoritas Kremlin mengatakan bahwa Putin dan Trump juga menyatakan keinginan mereka untuk terus menjalin kontak personal secara rutin. Dalam artian, keduanya akan sering saling telefon membahas sejumlah isu global dan juga peningkatan hubungan bilateral.

Kepada Trump, Putin mengatakan bahwa secara historis, AS dan Rusia adalah sekutu dekat.  “Selama lebih dari dua abad, Rusia telah mendukung AS, baik itu saat terjadinya dua perang dunia, maupun kini saat dunia memerangi terorisme internasional,” ujar Putin seperti dilaporkan Russia Today.

Selain membahas ISIS, Trump dan Putin juga mendiskusikan soal situasi di Ukraina, Timur Tengah, program nuklir Iran, konflik Korea Utara dan Selatan.  “Presiden berbicara tentang membangun koordinasi yang nyata antara Rusia dan AS dengan tujuan melumpuhkan ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah”,” demikian pernyataan otoritas Rusia. (Red)

Baca Juga :   Putin Sebut Vaksin Sputnik V Seandal Senapan Serbu Kalashnikov

Photo credit : Getty Images