Airlangga Hartarto : SNI Penting Untuk Tingkatkan Daya Saing dan Perluas Akses Pasar

Airlangga Hartarto : SNI Penting Untuk Tingkatkan Daya Saing dan Perluas Akses Pasar

“Demi menunjang semua itu infrastruktur mutu nasional sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penerapan SNI di Indonesia

Airlangga Hartarto : SNI Penting Untuk Tingkatkan Daya Saing dan Perluas Akses Pasar


Telegraf, Jakarta – Dunia industri memasuki era industri 4.0, menuntut setiap produk untuk semakin bisa memiliki daya saing tinggi, untuk produk yang tidak berkualitas akan sulit brrsaing dengan produk yang memiliki kualitas yang lebih baik, oleh larena itu penerapan standar menjadi hal yang penting bagi pelaku usaha.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Erlangga Hartarto saat menyampaikan pidato kunci pada acara Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2020, di balai Kartini, Jakarta, Rabu (20/11).

Ia mengungkapkan standar digunakan sebagai sarana meningkatkan mutu, efisiensi produksi, memperlancar transasksi perdagangan, serta mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan transparan.

“Demi menunjang semua itu infrastruktur mutu nasional sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penerapan SNI di Indonesia,” ujar Airlangga.

Lanjut Airlangga pemerintah juga berperan menjafi fasilitator dan katalisator bagi tumbuhnya iklim usaha yang kondusif. Hal ini guna untuk meningkatkan kualitas produk barang dan jasa agar mampu menguasai pasar domestik dan pasar global,khususnya kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM).

IKM adalah salah satu roda penggerak perekonomian nasional, yang perlu diberikan pembinaan untuk pemenuhan standar agar mampu bersaing dengan produk impor

Sebagai apresiasi bagi pelaku usaha yang secara konsisten menerapkan SNI dan memiliki kinerja yang sangat baik, Pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan penghargaan SNI Award. SNI Award merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya.

Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro juga mengungkapkan SNI Award memiliki dampak yang luas bagi pelaku industri lainnya untuk menerapkan SNI, baik itu dari penyedia bahan baku, manufaktur, distributor maupun pihak terkait lainnya.

“Khusus untuk lembaga pemerintah atau BUMN, SNI harus menjadi persyaratan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kebijakan ini akan mendorong tumbuhnya industri yang memproduksi barang yang berkualitas dan memberikan pelayanan jasa sesuai harapan pelanggan yang pada akhirnya menjadikan Indonesia berdaya saing tinggi,” ujar Bambang.

Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam kesempatan tersebut menyatakan selamat kepada Penerima SNI Award dan berharap mereka bisa menjadi role model industri penerap SNI di Indonesia. “Perlu kami ungkapkan disini, bahwa BSN tidak hanya menetapkan SNI yang terkait dengan produk dan jasa saja, tetapi juga di bidang sistem manajemen, proses, dan personel, diantaranya, SNI ISO 9001 sistem manajemen mutu dan SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Sehingga, BSN juga mendorong peserta SNI Award untuk menerapkan SNI ISO 37001 sebagai instrumen bagi pelaku usaha, BUMN dan pemerintah dalam mencegah tindakan penyuapan yang masih marak terjadi,” tambah Bambang Prasetya.

Selain itu, lanjutnya, SNI Award diharapkan mendorong organisasi menerapkan beberapa SNI. Diantaranya, SNI ISO 26001:2013 Panduan Tanggung Jawab Sosial, untuk mendukung terwujudnya SDG’S di Indonesia serta SNI ISO 37120:2018 Pembangunan perkotaan dan masyarakat yang berkelanjutan — Indikator-indikator untuk layanan perkotaan dan kualitas hidup.

SNI ISO 37120:2018 merupakan dasar dari pelaksanaan smart city yang berisikan indikator, cara mengukur dan kriteria yang ada didalam smart city. BSN juga mengembangkan skema untuk mengukur maturitas smart city berdasarkan ISO 37122.

Pada tahun 2019, penghargaan SNI Award diberikan kepada 69 organisasi dan perusahaan, yang meliputi 1 penerima SNI Award peringkat Grand Platinum, 3 penerima SNI Award peringkat Platinum; 15 penerima SNI Award peringkat Emas, 38 penerima SNI Award peringkat Perak, serta 13 penerima SNI Award peringkat Perunggu.

Dari tahun ke tahun, pendaftar SNI Award mengalami perubahan. Pada tahun 2016, sebanyak 108 organisasi/perusahaan yang mendaftar. Pada tahun 2017, sebanyak 126 organisasi/perusahaan. Pada tahun 2018, sebanyak 208 organisasi/perusahaan. Pada tahun 2019, sebanyak 188 organisasi/perusahaan yang mendaftar. Setelah dilakukan penyaringan terdapat 146 peserta yang lolos verifikasi,” jelas Bambang.

Perusahaan penerima Anugerah SNI Award tahun 2019 masih 12 kategori, namun tahun ini SNI Award mengalami perluasan lingkup kategori. Selain itu, SNI Award tahun 2019 juga memberikan penghargaan Role Model SNI kepada perusahaan yang pernah memperoleh Grand Platinum dan tetap konsisten menerapkan SNI, yaitu Appreciation for Maintaning grand Platinum. (Red)


Photo Credit : Menteri Koordinator Perekonomian Erlangga Hartarto menyerahkan piagam SNI Award 2019 kepada Salah satu pemenang didampingi Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam rangka pemberian anugerah SNI Award 2019, di Jakarga, Rabu (11/6). Dok.Humas Menko

Atti K.

close