Ahok Kembali Blusukan Untuk Evaluasi Hasil Kerjanya Dalam Bingkai Safari Kampanye

Ahok Kembali Blusukan Untuk Evaluasi Hasil Kerjanya Dalam Bingkai Safari Kampanye

"Mungkin ada oknum yang mengatakan akan menangani banjir dengan membangun waduk tapi selesai sampai situ saja tanpa menyebutkan Waduk Brigif,"

Ahok Kembali Blusukan Untuk Evaluasi Hasil Kerjanya Dalam Bingkai Safari Kampanye

Telegraf, Jakarta – Dua hari belakangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan evaluasi kerja dengan mengunjungi masyarakat di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat dalam lawatan kampanyenya.

Ahok sapaan Basuki telah aktif menjalani masa cutinya sebagai gubernur sejak 28 Oktober. Cuti ini merupakan masa kampanye bagi calon gubernur DKI Jakarta. Namun, ia justru lebih menekankan sebagai bentuk evaluasi kerja selama menjabat sebagai gubernur.

Aksi yang dikenal dengan blusukan ini ia lakukan dengan menyambangi gang-gang rumah di perkampungan.

Pada Senin (31/10), Ahok mengunjungi empat kelurahan di wilayah Jakarta Selatan. Empat kelurahan itu adalah Kebagusan, Jagakarsa, Ciganjur dan Srengseng Sawah.

Hal pertama yang ditanyakannya kepada warga adalah soal banjir. Setiap kelurahan yang didatanginya, Ahok berkeliling untuk melihat kondisi wilayah tersebut.

Tak ragu, Ahok juga membuka grill atau komponen drainase yang tidak besar, di tengah jalan kecil di Kelurahan Jagakarsa. Tujuannya, ia ingin melihat seberapa tinggi air di saluran got itu.

Mayoritas warga yang berjumpa dengan Ahok memang mengeluhkan soal banjir yang sering terjadi saat hujan. Bahkan, saat itulah Ahok menemui adanya isu penggusuran yang disebarkan pada masyarakat.

Menurut Ahok, solusi mengatasi banjir di Kelurahan Kebagusan, Jagakarsa dan Ciganjur tengah dilakukannya dengan membuat Waduk Brigif. Waduk ini terletak di Kelurahan Jagakarsa.

“Mungkin ada oknum yang mengatakan akan menangani banjir dengan membangun waduk tapi selesai sampai situ saja tanpa menyebutkan Waduk Brigif,” kata Ahok.

Meski demikian, Ahok mengaku maklum dengan isu negatif di masa kampanye.

Usulan Ahok soal waduk disambut baik oleh warga. Mereka memang tidak ingin penggusuran menimpa lokasi itu. Sebagian dari mereka pun menolak untuk hidup di rumah susun.

Tak lupa, Ahok selalu meminta salah satu orang kepercayaannya untuk mencatat keluhan dan permintaan warga.

Kunjungannya ke sebagian lokasi di Jakarta Selatan pun ditutup dengan hujan deras.

Pada Selasa (1/11), Ahok memiliki agenda berbeda. Ia menyambangi Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Jika kemarin Ahok bicara soal banjir, kali ini justru soal pembangunan infrastruktur.

Sama seperti sebelumnya, Ahok datang dengan kemeja kotak-kotak andalannya. Infrastruktur yang dibicarakannya, adalah soal pengadaan lahan parkir dan tempat jualan bagi pedagang kaki lima.

Menurut Ahok, hal itu tak jauh berbeda dengan situasi di sekitar Plaza Indonesia yang tidak memiliki lahan parkir dan lahan jualan bagi PKL. Akibatnya, motor dan mobil akan parkir di pinggir jalan dan trotoar terambil oleh PKL.

Penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur memang menjadi program yang dijalankan oleh Ahok selama menjadi Gubernur. Tak urung, penataan kota ini sering menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Oleh karena itu, Ahok melakukan evaluasi kerja guna melihat sejauh mana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja. Selain itu, ia juga ingin mencari tahu langsung hal-hal yang jadi hambatan Pemprov DKI saat bekerja.

Solusi dari penanganan banjir dan infrastruktur itu, menurutnya, akan segera diproses saat masa cutinya sebagai petahana selesai. (Red/Ist)

Foto : Cagub Petahana Ahok mulai blusukan ke Kebagusan, Jagakarsa, Ciganjur dan Srengseng Sawah. | Ist Photo

KBI Telegraf

close