Agus Yudhoyono: Ini Namanya Demokrasi, Kalau Tak Ada Sama Sekali Malah Aneh

Agus Yudhoyono: Ini Namanya Demokrasi, Kalau Tak Ada Sama Sekali Malah Aneh

"Ini bukan masyarakat Anies, bukan masyarakat Agus, dan bukan masyarakat Pak Ahok, ini masyarakat Jakarta dan kami datang ingin mendengarkan aspirasi,

Agus Yudhoyono: Ini Namanya Demokrasi, Kalau Tak Ada Sama Sekali Malah Aneh

Telegraf, Jakarta – Puas bergerilya di kantung-kantung suara pasangan petahana Ahok-Djarot, calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono kali ini melanjutkan gerilya politiknya di wilayah Pademangan Timur, Jakarta Utara yang sarat dengan nuansa pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Di kawasan tersebut, rombongan Agus langsung disambut oleh spanduk yang menandakan bahwa di lokasi itu terdapat posko pemenangan Anies-Sandi.

Spanduk itu terpasang di sebuah warung yang berdiri di bibir sungai. Dengan nuansa putih-merah, spanduk itu sangat mudah menarik perhatian orang yang lewat.

Namun ternyata Agus tak tertarik pada spanduk tersebut. Ia melewatinya tanpa melihat dan memilih bersalaman dan bercengkerama dengan warga sekitar.

Spanduk Anies-Sandi masih banyak bertebaran saat Agus memasuki salah satu gang di kawasan tersebut. Spanduk-spanduk itu bahkan terpasang di pagar-pagar rumah warga.

Salah satu warga yang rumahnya terpasang spanduk Anies-Sandi, Sri engatakan, keberadaan berbagai spanduk itu bukan berarti dirinya mendukung pasangan bernomor urut tiga tersebut.

Sri menuturkan, spanduk itu dipasang oleh tim pemenangan Anies-Sandi yang kebetulan berdomisili di kawasan Pademangan Timur. “Belum, kok, belum ke sini. Itu hanya dipasang saja oleh timnya,” ujar Sri, Senin (14/11).

Lepas dari gang kecil, rombongan Agus melewati sebuah sungai yang menjadi penghubung antara Pademangan Timur dan Pademangan Barat. Di kawasan itu juga terpampang spanduk Anies-Sandi yang sudah ditimpa oleh spanduk iklan layanan barang dan jasa.

Tak jauh dari lokasi tersebut, seorang warga bernama Munadi mengungkapkan kawasan Pademangan Timur memang pernah disambangi oleh Anies-Sandi, tepatnya pekan lalu.

Namun Munadi menjelaskan bahwa lokasinya tidak benar-benar sama dengan yang disambangi oleh Agus hari ini. Saat itu, kata Munadi, Anies-Sandi datang ke Pademangan Timur VIII bagian ujun. Lokasinya dekat dengan puing-puing.

Terkait dengan keberadaan spanduk bertuliskan Anies-Sandi, Munadi mengungkapkan itu dipasang oleh koordinator yang tinggal di dekat wilayah tersebut. Namun Munadi membantah anggapan yang mengatakan bahwa spanduk itu menandakan warga mendukung Anies-Sandi.

“Kami di sini lebih antusias dengan kehadiran Mas Agus dibandingkan Anies, kami siap mendukung Agus,” katanya.

Menurut Munadi, alasan warga di Pademangan Timur dan Barat mendukung Agus karena beberapa tahun lalu Susilo Bambang Yudhoyono pernah mampir ke kawasan tersebut. Bahkan di antara warga yang menanti Agus, ada yang sengaja membawa foto dirinya saat berfoto bersama SBY dan Ani Yudhoyono.

Keberadaan spanduk bertuliskan Anies-Sandi memang dominan di kawasan Pademangan Timur dan Barat, tapi bukan berarti tak ada spanduk dukungan kepada Agus-Sylvi di tempat serupa.

Di beberapa sudut gang ada banyak spanduk yang menunjukkan dukungan kepada pasangan nomor urut satu tersebut.

Bahkan, tak sedikit warga yang memiliki atribut seperti yang kemarin digunakan warga saat Agus-Sylvi melakukan kampanye terbatas di GOR Yos Sudarso di Jakarta Utara. Agus sendiri tak bermasalah atas maraknya spanduk Anies-Sandiaga di daerah itu.

“Ini namanya demokrasi, kalau tak ada sama sekali malah aneh,” kata Agus.

Dia juga enggan mengkotak-kotakkan lokasi tertentu dengan menyebutnya sebagai masyarakat Anies, masyarakat Agus, ataupun masyarakat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), melainkan masyarakat Jakarta.

“Ini bukan masyarakat Anies, bukan masyarakat Agus, dan bukan masyarakat Pak Ahok, ini masyarakat Jakarta dan kami datang ingin mendengarkan aspirasi,” kata anak sulung SBY itu. (Ist)

Foto : Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kampanye dimanapun tak masalah, selagi mereka adalah warga DKI. | Antara Photo
KBI Telegraf

close