ADB: Pendidikan Perlu Ditingkatkan Untuk Dorong Negara Berpenghasilan Tinggi

"Indonesia sudah berupaya mengatasi kesenjangan dalam bidang pendidikan, dengan mengalokasikan 20 persen belanja negara untuk pendidikan. Namun, yang terpenting ada pembenahan dari segi kualitas,"

ADB: Pendidikan Perlu Ditingkatkan Untuk Dorong Negara Berpenghasilan Tinggi


Telegraf, Jakarta – Ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB) Emma Allen mengatakan peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk mendorong negara berpenghasilan menengah menjadi negara dengan tingkat penghasilan tinggi.

“Peningkatan kualitas pendidikan menjadi penting, kalau ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi,” kata Allen dalam jumpa pers di Jakarta, (06/04/2017).

Allen mengatakan saat ini hanya sedikit negara Asia yang bisa mencapai status negara berpenghasilan tinggi dan tidak terkena jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) di antaranya Korea dan Taiwan.

Menurut Allen, untuk meraih status sebagai negara berpenghasilan tinggi maka diperlukan pembenahan dalam tiga bidang yaitu pemenuhan inovasi, pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur.

Pemenuhan inovasi ini, kata dia, memerlukan angkatan kerja terampil, sehingga diperlukan penekanan pada peningkatan mutu pendidikan yang masih belum memadai di berbagai negara Asia.

“Indonesia sudah berupaya mengatasi kesenjangan dalam bidang pendidikan, dengan mengalokasikan 20 persen belanja negara untuk pendidikan. Namun, yang terpenting ada pembenahan dari segi kualitas,” ujar Allen.

Allen mengatakan kualitas pendidikan yang rendah menyebabkan kurangnya sumber daya manusia yang memadai di pasar tenaga kerja serta menciptakan ketidaksesuaian antara keahlian pekerjaan dengan kebutuhan yang diharapkan.

Untuk itu, ia mengatakan dibutuhkan program pendidikan yang komprehensif dan pelatihan kejuruan yang memadai, didukung oleh efisiensi belanja publik, agar Indonesia bisa menciptakan tenaga kerja berkualitas bagi pasar tenaga kerja.

“Kita perlu mendorong keahlian dalam bidang pendidikan dengan memperbaiki kurikulum, kalau dilakukan pembenahan bisa saja Indonesia nantinya menjadi negara berpenghasilan tinggi,” kata Allen.

Dalam Laporan Asian Development Outlook (ADO) 2017, ADB menyatakan reformasi untuk meningkatkan produktivitas berdasarkan inovasi, pendidikan dan infrastruktur yang lebih baik, dapat membantu negara berkembang Asia Pasifik naik tingkat menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Baca Juga :   Kuartal II 2021 BTN Bukukan Laba Sebesar Rp920 miliar

Untuk meningkatkan produktivitas, negara-negara Asia Pasifik perlu berfokus pada inovasi yang memerlukan angkatan kerja terampil, sehingga para pembuat kebijakan harus mengubah pendekatan dengan mulai meningkatkan mutu pendidikan.

Publikasi ini memperkirakan kenaikan 20 persen pada belanja modal manusia per kapita dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 3,1 persen.

Selain itu, kebijakan pendidikan yang baik dapat mendorong kesetaraan dan menutup kesenjangan pendidikan yang lebar, di antara negara Asia berpengasilan menengah dengan negara berpenghasilan tinggi, serta mendorong kewirausahaan.

Laporan ini juga menyatakan investasi dalam bidang infrastruktur terutama teknologi energi dan informasi serta komunikasi dapat berkontribusi bagi inovasi dan modal manusia, sehingga dapat menjaga pertumbuhan di negara berpenghasilan menengah.

Investasi publik satu kali dalam sektor infrastruktur dengan nilai setara satu persen dari produk domestik bruto dapat memberikan manfaat pertumbuhan bagi negara hingga 1,2 persen dalam tujuh tahun.

Laporan ini mencatat rekam jejak Asia yang dinamis menunjukkan bahwa perjalanan menuju penghasilan tinggi dapat dilakukan, asalkan didukung kelembagaan dan kebijakan serta stabilitas makro ekonomi, yang bisa memperkuat pilar produktivitas. (Red)

Photo Credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close