Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Titik Akhir Perjalanan dari Dirty Frank di single ke 3 dalam Cahaya Surga
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Musik

Titik Akhir Perjalanan dari Dirty Frank di single ke 3 dalam Cahaya Surga

Atti K. Senin, 31 Oktober 2022 | 11:13 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Band Rock Dirty Frank kembali merilis single ke tiga dengan judul “Cahaya Surga” di Jakarta Sabtu (29/10).

Lagu “Cahaya Surga bercerita mengenai titik akhir perjalanan manusia, yaitu surga siapapun mereka. Dirty Frank di gawaing oleh Yuddie Vedder Dhanurendra (Vocal), Dewa Yudha (gitar) dan Dony Setiawan (drum)

“Liriknya dari lagu Cahaya Surga ini bercerita tentang titik akhir dari perjalanan manusia yang semuanya ingin ke surga, seburuk-buruknya tingkah laku manusia tentu ingin ke surga, meskipun jalannya terjal dan berliku. Namun sayangnya tak semua manusia bisa menggapainya,” ungkap YV sang vokalis saat temu temu media di kawasan Kemang.

YV menceritakan, lirik Cahaya Surga terinspirasi dari pemikiran bahwa semua orang bisa melihat cahaya surga, dan semua orang ingin menuju kesana tetapi belum tentu semua menggapainya.

Lanjutnya manusia harus intropeksi diri tentang apa yang pernah diperbuat di dunia ini, mengapa menjadikan jalan ke Surga menjadi penuh liku.

“Ya intinya mungkin manusia harus intropeksi diri kenapa perjalanan menuju Surga menjadi sulit, mungkin karena banyak perbuatan dosa yang ia lakukan selama di dunia. Jadi langkahnya bisa saja bertaubat agar bisa menjadi lebih baik dalam menjalani hidup,” tambah YV.

Untuk pembuatan Vedeo klipnya YV mengungkapkan butuh 2 hari prosensnya karena pengambilan gambarnya di Curug dan butuh sedikit efort.

“Pembuatan video clipnya memakan waktu sekitar 2 hari, karena kita harus bermalam di sana, tempatnya sendiri cukup Indah ya, jadi prosesnya dari perjalanan kita yang nanjak terjal dan berliku hingga ke curugnya menjadi bagian dari cerita dalam video clip itu,” ungkapnya.

Melalui single Cahaya Surga ini Yuddie Vedder dan seluruh punggawa Dirty Frank berharap agar bisa diterima oleh penggemar musik di Indonesia dan bisa di terima oleh seluruh masyarakat indonesia.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Java Jazz Festival
Musik

Menjaga Denyut Jazz: Konsistensi Dua Dekade Java Jazz Festival

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee

Waktu Baca 3 Menit
Musik

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit
Band d’AVERY
Musik

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Lagu Hidup Hanya Sekali

Waktu Baca 4 Menit
Musik

Semangati Timnas Masuk Piala Dunia, Azza Koto Luncurkan Single “Mimpi yang Nyata”

Waktu Baca 2 Menit
Musik

Vokalis Whitesnake David Coverdale Umumkan Pensiun Dari Dunia Musik

Waktu Baca 2 Menit
KOPLING 2025
Musik

Kementerian UMKM Pastikan KOPLING 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Musik dan Ekonomi Lokal

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Sharon Osbourne Ungkap Jumlah Uang Terkumpul Dari Konser Ozzy’s Back to the Beginning

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?