7 Sikap Pernyataan RI Usai Taliban Berkuasa di Afganistan

7 Sikap Pernyataan RI Usai Taliban Berkuasa di Afganistan

"Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afganistan dan dunia internasional,"

7 Sikap Pernyataan RI Usai Taliban Berkuasa di Afganistan

Telegraf – Kelompok Taliban akhirnya berhasil menguasai Afganistan usai menduduki kota Kabul yang menjadi simbol kekuasaan pemerintah Afganistan. Perubahan kekuasaan di Afganistan tak luput dari pantauan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Indonesia pun lantas menyampaikan tujuh poin pernyataan terkait situasi terkini di Afganistan yang telah dikuasai oleh Taliban. Kemlu menyerukan pentingnya perdamaian dan stabilitas keamanan dalam transisi kekuasaan yang terjadi di Afganistan.

“Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afganistan dan dunia internasional,” bunyi keterangan tertulis di situs Kemlu, dilansir Selasa (17/08/2021).

Kemlu secara tegas mengatakan bahwa keselamatan WNI di Afganistan merupakan yang utama. Rencana evakuasi pun terus dimatangkan.

Berikut ini 7 poin lengkap pernyataan Indonesia atas perkembangan situasi terakhir di Afganistan:

1. Indonesia memantau secara dekat perkembangan yang sangat cepat yang terjadi di Afghanistan.

2. Indonesia berharap penyelesaian politik tetap dapat dilakukan, melalui Afghan-owned, Afghan-led.

3. Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional.

4. Indonesia terus melakukan komunikasi dengan semua pihak di Afghanistan dan juga dengan Perwakilan PBB dan Perwakilan Asing di Afghanistan.

5. Keselamatan WNI, termasuk staf KBRI Kabul, merupakan prioritas pemerintah Indonesia.

6. Persiapan evakuasi terus dimatangkan, antara lain melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan.

7. Misi KBRI Kabul akan tetap dijalankan dengan tim esensial terbatas, sambil terus dilakukan pemantauan situasi keamanan di Afghanistan.

Diketahui, dalam 10 hari terakhir Taliban telah berhasil merebut sejumlah kota penting di Afganistan. Puncaknya, Taliban berhasil menduduki ibu kota Kabul dan mengambil alih istana presiden. Beberapa saat sebelum Taliban merebut kota Kabul, Presiden Ghani telah meninggalkan kota tersebut.

Keberhasilan Taliban menguasai Afganistan tidak terlepas dari faktor ditariknya pasukan Amerika Serikat dari negara itu. Amerika Serikat akan menyelesaikan penarikan pasukannya sesuai dengan tenggang waktu pada 31 Agustus yang ditetapkan oleh Presiden Joe Biden.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban membuat sebagian besar warga Kabul ketakutan dan panik. Label Islam garis keras yang melekat pada Taliban menjadi dasar ketakutan warga, sebagaimana yang berlaku pada kurun waktu 1996-2001 saat Taliban menjalankan pemerintahan di Afganistan.


Photo Credit: Kerumunan dan kepanikan warga Afghanistan yang ingin eksodus dari negara tersebut karena merasa takut setelah dikuasai oleh Taliban di bandara saat tentara AS berjaga di Kabul pada 16 Agustus.

 

Edo W.

close