667 TPS di Karanganyar Berpotensi Rawan

“Harapannya dengan penyampaian hasil pengawasan TPS ini, stakeholder bisa menindaklanjutinya sesuai tugas pokok institusi. Kami memiliki sentra Gakkumdu yang menampung permasalahan di lapangan. Termasuk mengantisipasi bentuk kecurangan, mumpung sudah dipetakan,”

667 TPS di Karanganyar Berpotensi Rawan

Telegraf, Karanganyar – Bawaslu Kabupaten Karanganyar memetakan 667 dari 1.721 tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada serentak 2018 berkategori rawan. Lokasinya tersebar di 177 desa/kelurahan di 17 kecamatan di Karanganyar.

Ketua Bawaslu Karanganyar, Kustawa Esye mengatakan pemetaan itu didasari rekapitulasi hasil pengawas pemilu tingkat TPS, desa/kelurahan dan tingkat kecamatan mulai 10 Juni-22 Juni 2018. Terdapat enam variabel TPS rawan yang berkaitan akurasi data pemilih, hilangnya hak pilih, politik uang, netralitas penyelenggara pemilu, kampanye SARA dan saat pemungutan suara.

“Dikategorikan rawan karena terdapat periwtiwa yang mengganggu pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara di TPS yang kemungkinan berdampak pada hilangnya hak pilih, mempengaruhi pilihan dan hasil pemilihan. Datanya disampaikan supaya diantisipasi,” katanya di aula Bawaslu Karanganyar, Minggu (24/06/18).

Adapun 667 TPS itu diklasifikasi di 15 indikator. Di forum yang menghadirkan stakeholder pemerintah, KPU dan masyarakat itu dibahas beberapa indikator yang cukup krusial seperti didapatinya aktor politik uang di 25 TPS, KPPS tidak netral di 32 TPS, sebagian anggota KPPS tidak memenuhi bimbingan teknis penyelenggaraan pemungutan suara di 14 TPS, terdapat pemilih memenuhi syarat tapi tidak terdaftar di DPT di 48 TPS, terdapat pemilih tidak memenuhi syarat tapi terdaftar di DPT di 88 TPS dan kurangnya ketersediaan logistik di 15 TPS.

“Harapannya dengan penyampaian hasil pengawasan TPS ini, stakeholder bisa menindaklanjutinya sesuai tugas pokok institusi. Kami memiliki sentra Gakkumdu yang menampung permasalahan di lapangan. Termasuk mengantisipasi bentuk kecurangan, mumpung sudah dipetakan,” kata Kustawa.

Sementara itu, Personel Brimob Bko Polres Karanganyar dari Subden 1 Detasemen C Pelopor melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Ops Mantap Praja di depan mako Polres, Senin (25/06/2018). Personel dari Brimob dipimpin Iptu Surjadi yang bertindak sebagai kasubden penugasan. Kemudian, Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto menerima pasukan tersebut.

“Semua kemungkinan rusuh sudah disimulasikan dengan metode penanganannya. Adanya titik rawan, ditangani dengan baik. Selama 129 hari masa kampanye serta tiga hari masa tenang, alhamdulilah kondusif,” katanya. (Red)


Photo Credit : Panitia pemilihan dan Pengawas TPS. FILE/Dok/Ist. Photo

Share