453 Rumah Terdampak Gempa Banjarnegara Mulai Direhabilitasi

453 Rumah Terdampak Gempa Banjarnegara Mulai Direhabilitasi

"Dari hasil evaluasi, beberapa penyebab kerusakan bangunan yakni lokasi bangunan berada pada perbukitan dengan kontur lingkungan yang curam atau tanah yang tidak stabil. Selain itu juga disebabkan oleh mutu bahan bangunan yang rendah dan mudah lepas serta penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja."

453 Rumah Terdampak Gempa Banjarnegara Mulai Direhabilitasi


Telegraf, Jakarta – Pasca gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR) terjadi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Rabu (18/04/18) lalu sekitar pukul 13.28 WIB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengirimkan tim ke lapangan.

Seperti yang diketahui, wilayah Kabupaten Banjarnegara yang berada di sekitar pusat gempa mengalami kerusakan cukup signifikan, di mana 2 orang meninggal dunia dan 21 orang mengalami luka-luka. Sedangkan jumlah pengungsi yang terdata sementara ada sebanyak 639 kepala keluarga (KK) atau 2.063 jiwa yang berada di 8 titik pengungsian.

Terkait itu, dalam keterangan tertulis Kementerian PUPR di Jakarta, Senin (23/04/18), disebutkan Kementerian yang dipimpin Menteri Basuki Hadimuljono itu akan merekonstruksi dan merehabilitasi sebanyak 453 unit rumah yang terdampak gempa.

Adapun rinciannya adalah 121 bangunan yang mengalami rusak berat akan dilakukan rekonstruksi dengan menerapkan teknologi bangunan tahan gempa, 75 bangunan rusak sedang akan dilakukan perbaikan dengan perkuatan sesuai persyaratan bangunan sederhana tahan gempa, dan 257 bangunan dengan kategori rusak ringan akan dilakukan perbaikan minor.

Dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi 453 unit rumah tersebut, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan BNPB.

Selain itu, Kementererian PUPR juga mengirim Tim Satuan Kerja (Satker) Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya yang telah memasang 6 unit WC portable,12 unit HU, 3 unit mobil toilet, 4 unit WC Knockdown, 2 mobil Mobil Tanki Air (MTA), dan 1 mobil tinja.

Keseluruhan fasilitas tersebut disebar pada beberapa lokasi Posko Pengungsian di Desa Sidakangen, Desa Kalibening, Desa Plorengan, Desa Kasinoman, dan Desa Kertosari yang berada di Kecamatan Kalibening.

Sementara tim lainnya dari Pusat Litbang Permukiman Kementerian PUPR juga telah berada di lokasi dan melakukan pengecekan kerusakan permukiman penduduk.

Dari hasil evaluasi, beberapa penyebab kerusakan bangunan yakni lokasi bangunan berada pada perbukitan dengan kontur lingkungan yang curam atau tanah yang tidak stabil. Selain itu juga disebabkan oleh mutu bahan bangunan yang rendah dan mudah lepas serta penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja.

Di samping itu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak juga melakukan pengecekan kondisi Bendungan Sempor dan Wadas Lintang, yakni di antaranya pengecekan pada lereng hulu dan hilir bendungan, spillway, saluran peluncur, serta hulu dan hilir bendungan pembantu, di mana hasilnya tidak ditemukan keretakan dan masih dalam kondisi baik. (Red)


Photo Credit : Petugas gabungan bersama relawan membersihkan puing bangunan yang berbahaya, akibat gempa tektonik dangkal dengan kekuatan 4,4 SR pada kedalaman 4 Kilometer, di Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (19/4/2018). Antara/Idhad Zakaria

KBI Telegraf

close